BANDUNG, http://Eksisjambi.com– Setelah beberapa waktu tanpa aktivitas signifikan, wilayah Kabupaten Bandung kembali di guncang rangkaian gempa bumi.
Sedikitnya 11 kali gempa tercatat terjadi di sekitar Kecamatan Pengalengan dan Kertasari, dengan magnitudo terbesar M3,4.
Rangkaian gempa ini membuat warga sempat panik, terutama saat lindu berkekuatan M3,1 dan M3,4 terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.
Meski begitu, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Sebagai informasi, wilayah Kabupaten Bandung berada di atas tatanan geologi kompleks yang terdiri dari 21 patahan aktif dengan total 41 segmen patahan.
Kecamatan Pengalengan dan Kecamatan Kertasari menjadi dua wilayah yang memiliki jumlah segmen patahan aktif terbanyak.
Kondisi ini membuat kawasan tersebut termasuk daerah yang berpotensi mengalami pelepasan energi gempa secara berkala.
Berikut rangkaian gempa yang terjadi berdasarkan waktu dan sumber aktivitas patahannya:
1. Gempa Pertama – M2,9 (10:10:41 WIB) Sumber: Patahan Malabar, Segmen Margamukti Klasifikasi: Foreshock atau gempa pendahulu.
2. Gempa Kedua – M3,1 (22:54:21 WIB) Sumber: Patahan Mekarmukti Di rasakan warga Pengalengan pada skala MMI III–IV, mengagetkan banyak warga.
3. Gempa Ketiga – M2,2 (23:50:36 WIB) Sumber: Patahan Mekarmukti
4. Gempa Keempat – M3,2 (00:26:56 WIB) Sumber: Patahan Kertasari Pengalengan
5. Gempa Kelima – M3,4 (00:31:33 WIB) Sumber: Patahan Malabar, Segmen Margamukti Status: Gempa Utama (mainshock) dari seluruh rangkaian lindu.
6. Gempa Keenam – M2,3 (00:35:40 WIB) Sumber: Patahan Kertasari Segmen Cibereum
7. Gempa Ketujuh – M1,6 (00:39:41 WIB) Sumber: Patahan Mekarmukti
8. Gempa Kedelapan – M2,1 (00:40:31 WIB) Sumber: Patahan Malabar Segmen Margamukti
9. Gempa Kesembilan – M1,0 (00:50:52 WIB) Sumber: Patahan Kertasari Segmen Cibereum
10. Gempa Kesepuluh – M1,1 (00:55:02 WIB) Sumber: Patahan Malabar Segmen Margamukti
11. Gempa Kesebelas – M1,7 (06:18:45 WIB)
Rangkaian aktivitas ini menunjukkan adanya interaksi antarsegmen patahan di wilayah Pengalengan–Kertasari, yang secara geologi memang saling berdekatan dan berpotensi memicu pelepasan energi secara beruntun.
Wilayah selatan Kabupaten Bandung di penuhi jalur patahan aktif. Berikut sebagian segmen yang berada dekat lokasi gempa:
- 1. IGD 1 – Patahan Cibungur (13,3 km)
- 2. IGD 2 – Patahan Mekarmukti (11,78 km)
- 3. IGD 3 – Patahan Wanasuka (6,3 km)
- 4. IGD 4 – Patahan Kertasari–Pengalengan Segmen Tarumajaya (7,7 km)
- 5. IGD 5 – Patahan Pasir Jambu Segmen Margamukti (3,8 km)
- 6. IGD 6 – Patahan Pasir Jambu Segmen Margamulya (7,1 km)
- 7. IGD 7 – Patahan Pasir Pengelaegan Segmen Margamulya (10,3 km)
- 8. IGD 8 – Patahan Kertasari–Pengalengan Segmen Cikembang (4,3 km)
- 9. IGD 9 – Patahan Kertasari Segmen Cibereum (16 km)
- 10. IGD 10 – Patahan Malabar Segmen Margamukti (9,1 km)
- 11. IGD 11 – Patahan Pacet–Pengalengan Segmen Margaluyu (11 km)
- 12. IGD 12 – Patahan Pacet–Pengalengan Segmen Margamukti (3,2 km)
Jumlah ini baru sebagian dari total patahan aktif di Kabupaten Bandung.
Meskipun magnitudo gempa tidak besar, rangkaian aktivitas seperti ini merupakan pengingat bahwa Jawa Barat, termasuk Bandung, berada di kawasan rawan gempa.
Warga di imbau tetap tenang, mengikuti informasi dari lembaga resmi seperti BMKG, dan selalu memastikan struktur rumah maupun bangunan berada dalam kondisi layak.(*)







