SENGETI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin Sengeti menangani ratusan korban dugaan keracunan massal yang di alami siswa dari sejumlah sekolah usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).
Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, mengatakan seluruh korban yang masuk telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
“Data sementara yang masuk sekitar 120 orang, terdiri dari anak-anak, guru, dan balita,” ujar Agus Subekti kepada awak media.
Dari total tersebut, dua orang terpaksa di rujuk ke RSUD Raden Mattaher untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Sementara itu, 106 pasien menjalani perawatan inap, dan 12 orang lainnya di rawat jalan serta telah di perbolehkan pulang karena kondisinya membaik.
Agus menegaskan, hingga saat ini kondisi rumah sakit masih dalam keadaan terkendali.
“Ketersediaan ruangan dan obat-obatan masih memadai,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG) dari Yayasan Aziz Rukiyah Amanah, Akbar Amrullah, menjelaskan bahwa menu yang di sajikan kepada para siswa adalah soto. Ia mengklaim seluruh makanan yang didistribusikan telah sesuai dengan ketentuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Menu yang di sajikan adalah soto dan semuanya sudah sesuai aturan,” kata Akbar.
Saat di singgung mengenai dugaan makanan basi maupun daur ulang, Akbar dengan tegas membantah tudingan tersebut.
“Sudah sesuai aturan. Kita juga masih melakukan pendataan. Total yang kita layani ada 28 sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengusut kasus dugaan keracunan massal tersebut. Polisi tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta menelusuri sumber makanan MBG yang dikonsumsi para korban guna memastikan penyebab pasti kejadian ini.**







