eksisjambi.com,Kerinci- Renah Pemetik, yang terletak di Kecamatan Siulak Mukai dan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, merupakan kawasan dengan potensi pertanian dan pariwisata yang signifikan. Wilayah ini dikenal sebagai sentra produksi berbagai komoditas unggulan seperti kopi robusta dan arabika, kulit kayu manis, serta sayur-mayur seperti kentang, kacang merah, dan cabai.
Selain itu, Renah Pemetik juga memiliki potensi wisata alam, seperti air terjun di Desa Lubuk Tabun, yang menawarkan keindahan alam yang masih alami .
Namun, potensi besar ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan yang buruk. Jalan penghubung antara Pungut dan Renah Pemetik sering kali menjadi lumpur saat musim hujan, menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian ke pasar.
Kondisi ini menyebabkan nilai tukar hasil pertanian rendah, karena biaya transportasi yang tinggi dan risiko hasil panen membusuk sebelum sampai ke pasar.
Upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi ini masih terbatas. Meskipun ada alokasi anggaran, seperti Rp 800 juta untuk pembangunan jalan, jumlah tersebut dinilai tidak mencukupi untuk memperbaiki kondisi jalan secara menyeluruh.
Selain itu, proses perizinan untuk pembangunan jalan yang melintasi kawasan hutan produksi juga menghadapi kendala administratif, seperti belum lengkapnya dokumen AMDAL dan RTRW, yang menyebabkan tertundanya realisasi anggaran dari pemerintah provinsi .
Di sisi lain, pemerintah daerah telah menunjukkan komitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui program-program seperti “Bunga Desa” (Bupati Nginap di Desa) dan “Pertisun” (Pejabat Tidur di Dusun), yang bertujuan untuk mendekatkan pemimpin dengan rakyat dan memahami langsung kebutuhan serta potensi desa .
Namun, tanpa perbaikan infrastruktur yang memadai, potensi besar Renah Pemetik dalam sektor pertanian dan pariwisata akan sulit berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. (*)







