Padang, http://Eksisjambi.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) RSUP Dr. M. Djamil resmi di kukuhkan sebagai Indonesia Centre of Minimally Invasive Surgery (ICMIS) sekaligus Southeast Asia (SEA) Centre of Excellence in Minimally Invasive Colorectal Surgery.
Pengukuhan ini menjadi pencapaian penting bagi dunia kesehatan Indonesia dan menegaskan posisi rumah sakit tersebut sebagai pusat unggulan bedah minimal invasif di kawasan Asia Tenggara.
Status baru ini menempatkan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat rujukan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi medis, khususnya di bidang bedah kolorektal minimal invasif.
Pengakuan tersebut menunjukkan kemajuan Indonesia dalam mengadopsi teknologi medis modern yang berfokus pada keselamatan pasien dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Metode bedah minimal invasif menawarkan berbagai keuntungan, seperti waktu pemulihan yang lebih cepat, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta kenyamanan pasien yang lebih baik setelah operasi.
Selain memperkuat layanan kesehatan nasional, penetapan ini juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan.
RSUP Dr. M. Djamil di harapkan menjadi pusat pelatihan bagi dokter spesialis, peneliti, dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara.
Keberhasilan tersebut mencerminkan transformasi berkelanjutan Indonesia dalam membangun pusat layanan medis berstandar internasional. Melalui dukungan inovasi, riset, dan kolaborasi lintas negara, Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan layanan kesehatan modern di kawasan.
Pengukuhan ini juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Padang dan Indonesia. Dari Sumatera Barat untuk Indonesia, serta dari Indonesia untuk Asia Tenggara, RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang maju, inovatif, dan berkualitas.
Penetapan sebagai ICMIS dan SEA Centre of Excellence in Minimally Invasive Colorectal Surgery menandai babak baru pengembangan layanan kesehatan nasional menuju standar internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi dan pendidikan medis di Asia Tenggara.**







