Jakarta, – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Saham emiten tambang batu bara tersebut di tutup di kisaran Rp404–Rp406 per lembar, setelah tertekan sepanjang sesi perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, saham BUMI di tutup di level Rp404, melemah sekitar 7,34 persen di bandingkan harga pembukaan di Rp436. Tekanan jual yang cukup kuat membuat pergerakan saham BUMI berlangsung volatil sejak awal perdagangan.
Dalam perdagangan hari tersebut, saham BUMI sempat menyentuh harga tertinggi Rp448, sebelum akhirnya terkoreksi hingga level terendah Rp396. Fluktuasi ini mencerminkan tingginya minat sekaligus kehati-hatian pelaku pasar terhadap saham BUMI di awal tahun 2026.
Secara historis, kinerja saham BUMI menunjukkan tren penguatan yang sangat tajam dalam 52 minggu terakhir. Saham ini tercatat melonjak dari titik terendah di kisaran Rp70 hingga mencetak rekor tertinggi baru di Rp484 pada awal Januari 2026. Dengan capaian tersebut, saham BUMI membukukan kenaikan lebih dari 290 persen dalam satu tahun terakhir.
Aktivitas perdagangan saham BUMI juga tercatat sangat ramai. Pada 13 Januari 2026, volume transaksi mencapai sekitar 9,7 miliar saham, menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan nilai dan volume transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari itu.
Tingginya volume perdagangan mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) dari sebagian investor, seiring reli panjang yang telah terjadi sejak sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Memasuki awal 2026, saham BUMI menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi, seiring dengan ekspektasi pasar terhadap prospek kinerja perseroan serta sentimen eksternal. Salah satu faktor yang tengah menjadi perhatian investor adalah potensi saham BUMI untuk masuk ke dalam MSCI Indonesia Global Standard Index pada periode evaluasi Februari 2026.
Analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati pergerakan harga dan volume transaksi, serta memperhatikan manajemen risiko mengingat fluktuasi harga yang agresif dalam jangka pendek.
Investor dapat memantau pergerakan harga saham BUMI secara real-time melalui platform Investing dan Google Finance, serta mengikuti keterbukaan informasi resmi yang di sampaikan perseroan melalui Bursa Efek Indonesia.**







