Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 14 Januari 2026 - 04:56 WIB

Saham BUMI Ditutup Melemah di Rp404, Investor Waspadai Volatilitas Awal 2026

Bursa Saham

Bursa Saham

Jakarta,  – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Saham emiten tambang batu bara tersebut di tutup di kisaran Rp404–Rp406 per lembar, setelah tertekan sepanjang sesi perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan, saham BUMI di tutup di level Rp404, melemah sekitar 7,34 persen di bandingkan harga pembukaan di Rp436. Tekanan jual yang cukup kuat membuat pergerakan saham BUMI berlangsung volatil sejak awal perdagangan.

Dalam perdagangan hari tersebut, saham BUMI sempat menyentuh harga tertinggi Rp448, sebelum akhirnya terkoreksi hingga level terendah Rp396. Fluktuasi ini mencerminkan tingginya minat sekaligus kehati-hatian pelaku pasar terhadap saham BUMI di awal tahun 2026.

Secara historis, kinerja saham BUMI menunjukkan tren penguatan yang sangat tajam dalam 52 minggu terakhir. Saham ini tercatat melonjak dari titik terendah di kisaran Rp70 hingga mencetak rekor tertinggi baru di Rp484 pada awal Januari 2026. Dengan capaian tersebut, saham BUMI membukukan kenaikan lebih dari 290 persen dalam satu tahun terakhir.

Baca Juga :  Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mengundurkan Diri

Aktivitas perdagangan saham BUMI juga tercatat sangat ramai. Pada 13 Januari 2026, volume transaksi mencapai sekitar 9,7 miliar saham, menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan nilai dan volume transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari itu.

Tingginya volume perdagangan mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) dari sebagian investor, seiring reli panjang yang telah terjadi sejak sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Baca Juga :  Update Ekonomi & Hiburan: Harga Emas Stabil Jelang Lebaran, Film Aksi India “Dhurandhar The Revenge” Tayang Global

Memasuki awal 2026, saham BUMI menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi, seiring dengan ekspektasi pasar terhadap prospek kinerja perseroan serta sentimen eksternal. Salah satu faktor yang tengah menjadi perhatian investor adalah potensi saham BUMI untuk masuk ke dalam MSCI Indonesia Global Standard Index pada periode evaluasi Februari 2026.

Analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati pergerakan harga dan volume transaksi, serta memperhatikan manajemen risiko mengingat fluktuasi harga yang agresif dalam jangka pendek.

Investor dapat memantau pergerakan harga saham BUMI secara real-time melalui platform Investing dan Google Finance, serta mengikuti keterbukaan informasi resmi yang di sampaikan perseroan melalui Bursa Efek Indonesia.**

 

Share :

Baca Juga

Teknologi Geospasial

Daerah

Pemetaan Udara LiDAR Presisi Tinggi, Akurasi Hingga Skala Sentimeter

Daerah

Warga Keluhkan Harga Cabai Merah Meroket di Pasar Sabtu Mendahara
Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan

Daerah

Ketua BAM DPR RI Dorong Percepatan Peralihan PPPK Menjadi PNS
POLRI

Internasional

Polri Bongkar Dalang Kerusuhan Agustus 2025

Advertorial

Safari Ramadhan Pertama di Kerinci, Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan CSR

Advertorial

Daftar Lengkap Paskibraka Nasional 2025, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI
Keutamaan Surat Al-Ikhlas yang sering diamalkan umat Muslim

Daerah

Keutamaan Surat Al-Ikhlas: Enam Manfaat yang Diyakini Umat Muslim
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Daerah

Pertanian Nasional Menguat, Amran Dorong Inovasi dan Energi Biofuel di Wisuda ITS