JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Indonesia kembali memperkuat infrastruktur konektivitas nasional dengan tibanya Satelit Nusantara Lima (SNL) atau Satelit N5 di orbit geostasioner 113° Bujur Timur, tepat di atas Pulau Kalimantan kemarin.
Satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tersebut kini berada di ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi, setelah berhasil menyelesaikan proses Electric Orbit Raising (EOR). Tahapan ini merupakan fase krusial pasca peluncuran, sebelum satelit memasuki tahap pengujian dan operasional.
Satelit Nusantara Lima sebelumnya di luncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, pada September 2025. Keberhasilan mencapai orbit geostasioner menandai kesiapan teknis satelit untuk mendukung penguatan jaringan internet nasional.
Sebagai satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS), Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas lebih dari 160 Gbps. Satelit ini di dukung oleh 101 spot beam Ka-band yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), serta kawasan regional ASEAN seperti Malaysia dan Filipina.
Dengan mengusung teknologi digital payload dan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 di rancang untuk menghadirkan layanan internet berkapasitas besar, stabil, dan merata. Kehadirannya di harapkan dapat memperkecil kesenjangan digital, khususnya di wilayah terpencil yang selama ini sulit di jangkau oleh jaringan terestrial.
PT PSN menargetkan Satelit Nusantara Lima mulai beroperasi penuh pada April 2026 setelah seluruh rangkaian pengujian teknis selesai di lakukan. Operasional satelit ini di yakini akan menjadi tulang punggung baru dalam pengembangan layanan broadband, telekomunikasi, hingga transformasi digital nasional.
Keberhasilan pengoperasian Satelit N5 juga di harapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, memperkuat layanan publik berbasis teknologi, serta menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan infrastruktur digital berdaya saing di kawasan Asia Pasifik.**







