JAKARTA – Pemerintah kembali melanjutkan langkah besar dalam pemerataan akses pendidikan nasional, Program Sekolah Rakyat Tahap II siap di bangun di 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan total daya tampung mencapai lebih dari 112 ribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menegaskan bahwa kementeriannya memastikan seluruh infrastruktur dasar pendidikan dalam proyek ini di bangun dengan standar terbaik. Mulai dari gedung sekolah, asrama, sanitasi, hingga fasilitas pendukung pembelajaran lainnya, seluruhnya di rancang agar layak dan nyaman bagi siswa dari berbagai daerah.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang tertinggal karena persoalan akses pendidikan. Infrastruktur pendidikan harus hadir di mana pun mereka berada,” ujar Menteri Dody di Jakarta.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata dari komitmen #PU608, yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun negeri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Asta Cita Presiden Prabowo menekankan pentingnya pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Karena setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang setara, bermutu, dan berdaya saing,” tambah Dody.
Program Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari gerakan “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak”, yang di jalankan pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional di berbagai sektor. Melalui pembangunan sekolah-sekolah baru ini, pemerintah berharap dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah sekaligus memperkuat karakter dan potensi generasi muda Indonesia.
Tahap pertama program ini sebelumnya telah berhasil membangun puluhan sekolah di berbagai daerah terpencil dan perbatasan. Sementara pada tahap kedua ini, fokus pembangunan diarahkan pada daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi dan minim akses pendidikan formal.
Dengan di mulainya pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, pemerintah menegaskan kembali bahwa investasi terbesar bangsa adalah pada pendidikan anak-anaknya.(*)







