Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:20 WIB

Survei WGC: Rekor 45 Persen Bank Sentral Berencana Tambah Cadangan Emas

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,http://Eksisjambi.com   –  Permintaan emas dari bank sentral dunia di perkirakan akan tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan. Temuan ini terungkap dalam survei terbaru yang di rilis World Gold Council (WGC) yang menunjukkan semakin banyak bank sentral menjadikan emas sebagai aset strategis untuk memperkuat cadangan devisa mereka.

Dalam laporan Central Bank Gold Reserves Survey 2026 yang di publikasikan pada Selasa (16/6/2026), sebanyak 89 persen pengelola cadangan devisa memperkirakan kepemilikan emas bank sentral secara global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.

Angka tersebut mencerminkan optimisme yang tinggi terhadap peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Lebih menarik lagi, survei tersebut mencatat rekor baru. Sebanyak 45 persen bank sentral responden menyatakan berencana menambah cadangan emas mereka sendiri dalam satu tahun ke depan, menjadi persentase tertinggi sejak survei ini pertama kali di lakukan.

Lonjakan minat terhadap emas terjadi setelah harga logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada awal tahun 2026. Kondisi ini di dukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, kekhawatiran terhadap inflasi global, serta upaya di versifikasi cadangan devisa dari dominasi mata uang tertentu.

Baca Juga :  China Masih Jadi Produsen Emas Terbesar Dunia, Indonesia Peringkat Kedelapan Global

Menurut WGC, bank sentral kini semakin memandang emas sebagai aset yang mampu menjaga stabilitas nilai cadangan negara dalam jangka panjang. Emas di nilai memiliki karakteristik unik karena tidak memiliki risiko gagal bayar dan tetap likuid dalam berbagai kondisi pasar.

Selain itu, tren pembelian emas oleh bank sentral yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas dunia.

WGC mencatat bahwa banyak negara terus berupaya mendiversifikasi portofolio cadangan devisanya. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, emas di anggap sebagai instrumen yang efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis mata uang asing.

Sejumlah bank sentral juga menyebut faktor keamanan, perlindungan terhadap inflasi, serta ketahanan terhadap gejolak pasar keuangan sebagai alasan utama meningkatkan porsi emas dalam cadangan mereka.

Baca Juga :  Meet And Greet Gildcoustic Dan Lala Widy Disambut Antusias Masyarakat Rimbo Bujang

Tren ini memperlihatkan perubahan strategi pengelolaan cadangan devisa di berbagai negara, di mana emas kembali memperoleh posisi yang semakin penting dalam sistem keuangan global.

Kuatnya minat bank sentral di perkirakan akan terus menjadi penopang utama pasar emas dalam jangka menengah hingga panjang. Analis menilai permintaan dari sektor resmi (official sector) memberikan fondasi yang kuat bagi harga emas, bahkan ketika kondisi pasar keuangan mengalami volatilitas.

Dengan hampir sembilan dari sepuluh pengelola cadangan devisa memperkirakan peningkatan kepemilikan emas global, prospek logam mulia tersebut di nilai tetap cerah di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia.

Permintaan berkelanjutan dari bank sentral juga menjadi sinyal bahwa emas masih di pandang sebagai aset aman (safe haven) yang penting dalam menjaga stabilitas keuangan negara.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kapolres Tebo Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan Makopolsek Serai Serumpun
Doc. Polda Jambi

Daerah

Polda Jambi Gelar Audiensi Bersama PGRI
Jet Tempur F-15 Arab Saudi

Internasional

F-15 Saudi Kawal Pesawat PM Pakistan, Simbol Kehormatan dan Persaudaraan
Suzuki grand Vitara

Daerah

Suzuki Grand Vitara Hadir dengan Penyempurnaan di Setiap Detail, Makin Elegan dan Pintar

Daerah

Sungai Batang Marao Darurat Dipenuhi Sampah Plastik

Daerah

Dies Natalis Ke-19 SMKN 2 Tebo Gelar Expo Tahun 2023-2024

Daerah

Kerinci Pertahankan Opini WTP ke-11 Kali Berturut-turut

Bangko

Merangin Akan Dikunjungi Dua Menteri