Oleh : Dr. Fahmi Rasid.
Sekretaris PUSDIKLAT L.A.M Provinsi
Jambi.Eksisjambi.com – Rasa Aman, Lingkungan Nyaman, dan Relasi Sosial yang Erat Jadi Kunci Kebahagiaan Warga Jambi.
Kebahagian selalu menjadi dambaan setiap orang. Ia tidak hanya di ukur dari tingginya pendapatan atau
megahnya pembangunan fisik, melainkan juga rasa tentram, rasa syukur, dan keyakinan bahwa hidup memiliki makna.
Sejak beberapa tahun terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) berupaya menangkap denyut rasa tersebut lewat Indeks Kebahagiaan Indonesia, sebuah instrumen yang menilai kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup masyarakat.
Hasil terbaru menempatkan Provinsi Jambi sebagai salah satu daerah dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Indonesia, dengan skor 75,17, melampaui sejumlah provinsi lain termasuk Kepulauan Riau.
Temuan ini memberi pesan kuat bahwa kebahagiaan bukan monopoli daerah metropolitan atau wilayah industri besar.
Meski Jambi bukan provinsi dengan pendapatan per kapita tertinggi, warganya tetap menunjukkan tingkat kebahagiaan tinggi.
Di desa-desa, ketika harga karet atau sawit naik, wajah petani berseri. Bukan semata karena uang yang diperoleh, melainkan karena hasil kerja keras memberi harapan: anak bisa sekolah, rumah bisa di perbaiki, atau tabungan keluarga bertambah.
Kebahagiaan masyarakat juga hadir lewat iklim sosial yang rukun dan kepemimpinan yang peduli. Nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah tetap di pegang teguh.
menciptakan solidaritas sosial yang erat. Rasa aman, lingkungan nyaman, dan relasi sosial yang kuat.
menjadi pondasi batiniah yang membuat warga Jambi tetap tegar menghadapi tantangan ekonomi.
Kebahagiaan ini tentu tidak hadir begitu saja, Pemerintah Provinsi Jambi melalui visi Jambi Mantap 2024 menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
Program DUMISAKE yang kini berkembang menjadi PRO JAMBI (Program Jaringan Majukan Jambi) hadir dalam berbagai bentuk:
Pro-Jambi Cerdas (fokus pendidikan), Pro-Jambi Sehat (pelayanan kesehatan), Pro-Jambi Responsif (respons cepat terhadap kebutuhan rakyat), Pro-Jambi Tangguh (ketahanan ekonomi & sosial)
Pro-Jambi Agamis (penguatan nilai spiritual & sosial) Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan ruang publik juga digalakkan untuk mempermudah mobilitas sekaligus memberikan kenyamanan.
Di sektor kesehatan, RSUD Raden Mattaher hingga rumah sakit daerah terus di tingkatkan, sementara sektor pendidikan mendapat dorongan melalui beasiswa dan sarana belajar.
Pertumbuhan ekonomi Jambi stabil di angka 4–5 persen. Selain sektor tambang dan perkebunan, pemerintah memberi perhatian besar pada UMKM dan pelaku usaha kecil.
Mereka di beri akses permodalan, pelatihan, dan ruang promosi agar produk lokal makin berdaya saing.
Di lapangan, pembangunan kawasan industri di Tanjung Jabung, pengembangan pelabuhan Kuala Tungkal, serta wisata Kerinci dan Merangin membuka lapangan kerja baru.
Pertumbuhan ekonomi inklusif ini membuat hasil pembangunan bisa di rasakan langsung masyarakat, bukan hanya tercatat di laporan.
Kebahagiaan warga Jambi juga di perkuat oleh inisiatif kabupaten dan kota, Kota Jambi mengembangkan taman kota sebagai ruang keluarga, Kerinci menggelar festival budaya di Danau Kerinci.
Merangin dan Sarolangun mengoptimalkan wisata alam, sementara Bungo dan Tebo memperkuat UMKM desa, Tanjung Jabung Barat dan Timur menghidupkan potensi perikanan dan maritim, memberi harapan baru bagi nelayan.
Semua ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tumbuh dari bawah: dari desa, dari komunitas, hingga bermuara di tingkat provinsi.
Meski mendapat predikat provinsi paling bahagia, Jambi tetap menghadapi sejumlah pekerjaan rumah:
pengangguran, kesenjangan pendapatan, dan harga komoditas perkebunan yang fluktuatif.
Namun, modal sosial masyarakat berupa solidaritas, kearifan adat, dan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Lebih dari sekadar peringkat, predikat ini menegaskan bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang menyentuh hati rakyat.
Ketika masyarakat bisa tersenyum di pasar, kebun, sekolah, dan rumah sakit, di situlah pembangunan menemukan arti sebenarnya.
Jambi telah menunjukkan jalan: kebahagiaan lahir dari kombinasi nilai budaya yang kokoh,
kepemimpinan yang peduli, dan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Referensi: Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kebahagiaan Indonesia 2022,BPS Provinsi Jambi, Jambi dalam Angka 2023,Pemprov Jambi,
RPJMD 2021–2026, Pernyataan Gubernur Al Haris terkait program DUMISAKE & PRO JAMBI.(Khairuls)







