Home / Artikel / Internasional / Nasional / News

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:54 WIB

Titik Terendah di Bumi Disebut Dalam Al-Qur’an dan Dibuktikan Oleh Sain

Titik Terendah di Bumi

Titik Terendah di Bumi

Artikel, http://Eksisjambi.com – Al-Qur’an bukan hanya kitab petunjuk spiritual, tetapi juga menyimpan isyarat ilmiah yang terus terungkap seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu di antaranya adalah informasi tentang titik terendah di permukaan bumi, yang ternyata telah di sebutkan Al-Qur’an jauh sebelum ilmu geologi modern lahir.

Isyarat tersebut termaktub dalam Surah Ar-Rum ayat 1–5, yang mengabarkan kekalahan dan kemenangan Bangsa Romawi atas Persia, sekaligus menyebut lokasi peristiwa itu terjadi.

Allah SWT berfirman:

الم 1 غُلِبَتِ الرُّومُ 2 فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِّنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ 3 فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ 4 بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Artinya:

“Alif Lâm Mīm. Bangsa Romawi telah di kalahkan di negeri yang terdekat. Dan mereka sesudah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa tahun lagi. Milik Allahlah urusan sebelum dan sesudah. Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang mukmin, karena pertolongan Allah. Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini turun ketika Bangsa Romawi mengalami kekalahan telak dari Persia. Pada saat itu, banyak orang menganggap mustahil Romawi akan bangkit kembali. Namun Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa Romawi akan menang kembali dalam beberapa tahun dan sejarah membuktikannya.

Lebih menarik lagi, Al-Qur’an menyebut lokasi kekalahan Romawi dengan istilah “adna al-ardh”.

Menurut Dr. Nadiyah Thayyarah, penulis Mausu’ah al-I’jaz al-Qur’ani (edisi Indonesia: Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an), istilah ini memiliki makna yang sangat mendalam. Secara bahasa Arab, kata adna tidak hanya berarti paling dekat (aqrab), tetapi juga dapat bermakna paling rendah (akhfadh).

Baca Juga :  Kavachi, Gunung Api Bawah Laut yang Menggetarkan Pasifik

Mayoritas mufassir klasik menafsirkan adna al-ardh sebagai “negeri terdekat”. Namun perkembangan ilmu pengetahuan membuka makna lain yang sangat menakjubkan: negeri paling rendah secara geografis di permukaan bumi.

Para sejarawan sepakat bahwa peperangan besar antara Romawi dan Persia itu terjadi di wilayah Palestina, tepatnya di sekitar cekungan Laut Mati (Dead Sea). Wilayah ini kini di kenal sebagai titik terendah di permukaan bumi.

Ilmu geologi modern membuktikan bahwa Laut Mati terletak sekitar 400 meter di bawah permukaan laut, menjadikannya lokasi daratan paling rendah di dunia.

Dr. Nadiyah Thayyarah menegaskan: “Ilmu geologi kemudian datang dan memastikan bahwa cekungan Laut Mati, tempat bangsa Romawi berperang melawan Persia, merupakan titik terendah yang ada di muka bumi.”

Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan kata dalam Al-Qur’an sangat presisi. Seandainya Allah SWT menggunakan istilah lain seperti ‘ala sath al-ardh (di atas permukaan bumi), maka maknanya akan mencakup seluruh permukaan bumi, baik daratan maupun lautan. Namun Al-Qur’an secara khusus menggunakan adna al-ardh, yang mengandung makna kedalaman geografis.

Fakta tentang Laut Mati sebagai titik terendah di bumi baru benar-benar di pahami secara ilmiah pada era modern, melalui penelitian geologi dan pengukuran topografi yang canggih. Padahal, ayat ini telah turun lebih dari 14 abad yang lalu, di masa ketika manusia belum mengenal konsep ketinggian dan kedalaman daratan secara ilmiah.

Baca Juga :  Fenomena Sinkhole Air Jernih Tampak Biru, Ini Penjelasan Ahli

Hal ini menjadi salah satu bukti yang oleh para ulama di sebut sebagai mukjizat ilmiah Al-Qur’an, yakni informasi yang mustahil diketahui manusia pada masa turunnya wahyu.

Laut Mati terletak di antara Israel dan Yordania, dengan pantai timur berada di wilayah Yordania, sementara pantai barat terbagi antara Israel dan Tepi Barat Palestina.

Menurut Encyclopedia Britannica, sejak pertengahan abad ke-20 permukaan Laut Mati berada sekitar 1.300 kaki atau 400 meter di bawah permukaan laut. Namun sejak tahun 1960-an, permukaannya terus menyusut akibat pengalihan aliran Sungai Yordan dan eksploitasi air untuk kepentingan industri.

Pengukuran pada pertengahan 2010-an menunjukkan bahwa permukaan Laut Mati telah turun sekitar 30 meter, dan hingga kini terus menurun hampir 1 meter setiap tahunnya.

Ayat Al-Qur’an yang mengabarkan titik terendah di bumi ini turun jauh sebelum ilmu geologi mengenal konsep cekungan daratan terdalam. Fakta tersebut semakin menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan manusia, melainkan wahyu dari Allah SWT yang Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tersembunyi di masa lalu maupun yang baru terungkap di masa kini. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Walikota Ahmadi Zubir: Jangan Main – Main Dengan Dana Covid 19

Internasional

Mengungkap 10 Negara Dengan Utang Terbesar di Dunia
Banjir Pasaman Barat

Daerah

Bencana Alam Terjang Pasaman Barat,Sumatera Barat 
Warga Desa Bunga Tanjung, Kerinci, Yunasril (33) yang hilang selama 4 hari akhirnya ditemukan selamat

Daerah

4 Hari Hilang Misterius di Ladang, Yunasril Ditemukan
HUT KE-63 Bank Jambi

Daerah

Bank 9 Jambi Ulang Tahun, Alpian Ucapkan Terimakasih 

Advertorial

PJ.Asraf Gelar Safari Jumat di Masjid Syuhada Desa Pugu Semurup

Advertorial

Gubernur Dan DPRD Provinsi Jambi Sepakati Perubahan KUA & PPAS 
Zakat fitrah

Daerah

Zakat Fitrah Bukan Sekadar Kewajiban, Wujud Kepedulian Sosial di Hari Raya