Eksisjambi.com,Jakarta – TNI Angkatan Darat (TNI AD) berencana merekrut hingga 24.000 calon prajurit Tamtama pada tahun 2025. Namun, berbeda dari rekrutmen militer pada umumnya, para prajurit ini tidak dipersiapkan untuk operasi tempur, melainkan untuk mendukung pembangunan di sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan dan pelayanan kesehatan.
Langkah ini menjadi bagian dari pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang akan tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Setiap batalyon dirancang terdiri dari empat kompi khusus, yakni Kompi Pertanian, Kompi Peternakan, Kompi Medis, dan Kompi Zeni.
“Dengan pendekatan ini, prajurit TNI AD tidak hanya dituntut siap tempur, tetapi juga menjadi kekuatan pembangunan yang hadir dan bermanfaat langsung di tengah masyarakat,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, dalam keterangannya.
Program ini mencerminkan transformasi peran TNI AD yang semakin adaptif terhadap tantangan non-militer, seperti ketahanan pangan nasional, peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil, serta pembangunan infrastruktur dasar.(*)







