Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tradisi Balimau Sambut Ramadan di Sumatra Barat 

Mandi Balimau

Mandi Balimau

PADANG,http://Eksisjambi.com  – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, aktivitas masyarakat di berbagai sektor mulai meningkat. Dari sisi ekonomi, perputaran usaha makanan dan minuman, khususnya penjualan takjil, mulai menggeliat di berbagai daerah.

Dari sisi budaya, masyarakat Sumatera Barat memiliki tradisi turun-temurun yang di kenal dengan balimau. Tradisi masyarakat Minangkabau ini di laksanakan sehari sebelum Ramadan dengan mandi menggunakan air yang di campur limau (jeruk nipis) dan wewangian.

Balimau di maknai sebagai simbol kegembiraan dan ungkapan syukur dalam menyambut bulan suci, sekaligus sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Biasanya, tradisi ini di lakukan di pantai, sungai, atau air terjun pada sore hari menjelang salat Magrib. Momen tersebut kerap menjadi ajang berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Korban Meninggal Banjir Bandang dan Longsor di Agam Bertambah Jadi 74 Orang

Untuk melihat sudut pandang Islam terhadap tradisi tersebut, Padang Ekspres mewawancarai Irwandi Nashir, pemuka agama sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh.

Irwandi menjelaskan bahwa masyarakat memang memiliki kebiasaan tertentu dalam menyambut Ramadan. Namun, menurutnya, penting untuk memilah antara tradisi yang sesuai dengan ajaran Islam dan yang tidak.

“Sebagai umat Muslim, kita harus mampu membedakan antara ‘urf fasid (tradisi yang rusak) dan ‘urf shahih (tradisi yang benar). Tradisi yang tidak memiliki dasar dalam sunnah, seperti mandi bersama laki-laki dan perempuan atau meyakini adanya keutamaan khusus pada ritual tertentu, sebaiknya di tinggalkan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga :  Zikir Akbar, Bonus MTQ, Santunan Anak Yatim, Bantuan Sembako dan Beasiswa bagi Mahasiswa Mewarnai Pergantian  Tahun Baru di- Merangin

Menurutnya, umat Islam di anjurkan memperkuat tradisi yang bernilai positif dan selaras dengan syariat. Ia mencontohkan sejumlah amalan menjelang Ramadan, seperti mempererat silaturahmi, saling memaafkan, membantu sesama, menghadiri majelis ilmu untuk mendalami fikih puasa, serta berziarah sebagai pengingat akan kematian.

Dengan demikian, tradisi balimau dapat tetap di pahami sebagai bagian dari budaya masyarakat Minangkabau, selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam serta tidak di sertai keyakinan yang menyimpang dari syariat.**

Share :

Baca Juga

Kode Redeem Free fire Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire (FF) 3 April 2026 Terbaru, Segera Klaim 

Advertorial

427 PNS dan PPK Secara Langsung di Lantik Bupati Tanjabtim Dillah Hich
Kapolda Jambi

Nasional

Kapolda Jambi Terima kunjungan silaturahmi Kejati Sugeng Hariadi

Advertorial

Wagub Sani Buka MTQ ke-19 Kabupaten Tebo,Ajak Masyarakat Muliakan Ahli Alquran

Advertorial

Masyarakat Kabupaten Tebo Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Dengan Meriah

Daerah

PLTA KMH Butuh Material 7000 Ton Spilit dan Pasir Sesuai Standar

Daerah

Nama Pejabat Eselon III dan IV Yang diLantik Bupati Kerinci Adirozal

News

Pj Bupati Merangin Ajak Masyarakat Memberi Sumbangan Bagi Rakyat Palestina