LABUAN BAJO, http://Eksisjambi.com – Duka mendalam menyelimuti tragedi tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Komodo–Padar, Nusa Tenggara Timur. Insiden yang terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem ini kembali menyoroti rapuhnya aspek keselamatan dalam aktivitas wisata bahari, terutama di destinasi super prioritas nasional.
Kapal wisata tersebut dilaporkan mengalami musibah saat berlayar di perairan yang dikenal memiliki karakter arus kuat dan perubahan cuaca yang cepat. Meski proses evakuasi telah dilakukan oleh tim gabungan, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi alarm keras bagi pengelolaan keselamatan wisata di Indonesia.
Menanggapi kejadian tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan bahwa negara harus hadir secara penuh dan tidak boleh setengah-setengah dalam menjamin keselamatan wisatawan. DPR mendesak seluruh pihak terkait untuk memperketat pengawasan, mulai dari kepatuhan terhadap peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga memastikan kelengkapan izin operasional dan kelaiklautan setiap kapal wisata.
“Tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai musibah semata. Negara wajib memastikan seluruh standar keselamatan ditegakkan tanpa kompromi. Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama,” tegas salah satu anggota DPR RI dalam keterangannya.
DPR juga menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap operator wisata yang lalai, termasuk sanksi tegas bagi pihak yang memaksakan pelayaran di tengah peringatan cuaca buruk. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di kawasan wisata bahari dinilai mendesak, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Peristiwa tenggelamnya kapal Putri Sakinah menjadi pengingat pahit bahwa geliat pariwisata, seberapa pun besarnya kontribusi terhadap ekonomi, tidak boleh dibangun dengan mengorbankan nyawa manusia. Keselamatan bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan tanggung jawab moral dan hukum yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak.
DPR RI menegaskan, keselamatan wisata adalah tanggung jawab bersama pemerintah, pelaku usaha, operator kapal, hingga wisatawan itu sendiri. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum untuk membenahi tata kelola wisata bahari agar lebih aman, manusiawi, dan berkelanjutan.***







