Home / Daerah / Nasional / News

Senin, 15 Desember 2025 - 11:09 WIB

UMP 2026 Masih Menggantung, Akhir Tahun Jadi Penentu Nasib Upah Pekerja Nasional

UMP 2026

UMP 2026

Jakarta, http://Eksisjambi.com –  Hingga pertengahan Desember 2025, pemerintah pusat belum juga mengumumkan Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.

Situasi ini menciptakan ruang tunggu panjang bagi jutaan pekerja dan pelaku usaha di seluruh Indonesia, yang kini sama-sama menanti kepastian di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Pemerintah menargetkan pengumuman resmi UMP 2026 paling lambat 31 Desember 2025, agar kebijakan tersebut dapat diberlakukan efektif mulai 1 Januari 2026. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses penetapan kali ini berjalan tidak biasa.

Awalnya, penetapan UMP dijadwalkan pada 21 November 2025, sesuai pola tahunan. Namun, jadwal tersebut dibatalkan dan diundur. Penundaan ini bukan tanpa sebab.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyusun konsep dan formula pengupahan baru, yang tidak lagi sepenuhnya mengacu pada mekanisme sebelumnya sebagaimana diatur dalam PP Nomor 51 Tahun 2023. Artinya, 2026 berpotensi menjadi tahun transisi penting dalam sistem pengupahan nasional.Langkah ini diambil untuk menyesuaikan kebijakan upah dengan:

  • dinamika inflasi dan pertumbuhan ekonomi terbaru,
  • daya beli pekerja,
  • serta keberlanjutan dunia usaha.
  • Dasar Hukum Belum Final

Hingga kini, Peraturan Pemerintah (PP) yang akan menjadi landasan hukum penetapan UMP 2026 masih dalam tahap penyusunan di Kemnaker. Kondisi ini membuat pemerintah daerah belum dapat menetapkan angka UMP secara mandiri, karena harus menunggu payung hukum dari pusat.

Baca Juga :  Fraksi DPR RI Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Perlindungan Daya Beli Rakyat

Biasanya, UMP ditetapkan paling lambat 21 November, sementara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) diumumkan maksimal 21 Desember. Namun untuk 2026, pemerintah pusat memilih menarik seluruh keputusan ke akhir tahun agar kebijakan lebih seragam dan tidak menimbulkan ketimpangan.

Di tengah ketidakpastian waktu, perdebatan mengenai besaran kenaikan UMP terus menguat.

Baca Juga :  Pertumbuhan, Transformasi, dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

Serikat buruh mendorong kenaikan signifikan di kisaran 8,5% hingga 10,5%, dengan alasan meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan dasar.

Pelaku usaha cenderung berhati-hati, mengingat tekanan biaya produksi dan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Sejumlah simulasi ekonomi memperkirakan kenaikan UMP berada di rentang 6,5% hingga 8,5%, meskipun angka tersebut masih bersifat proyeksi.

Hingga kini, belum ada angka resmi yang ditetapkan pemerintah, Keterlambatan pengumuman UMP 2026 menjadi perhatian luas, karena kebijakan ini menyangkut:

  • keberlanjutan usaha,
  • perlindungan kesejahteraan pekerja,
  • serta stabilitas hubungan industrial.

Pemerintah memastikan keputusan final akan diumumkan sebelum 31 Desember 2025, sekaligus menandai arah baru kebijakan pengupahan nasional.

Bagi masyarakat, pekerja, dan dunia usaha, akhir tahun ini bukan sekadar penutup kalender, tetapi penentu kepastian ekonomi 2026. (*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Al Haris Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Minta Jemaah Fokus Ibadah Haji

Daerah

Wawako Antos Pantau Proses Pembersihan Tumpukan Sampah

Kerinci

Yasinan dan Doa Bersama Dikediaman H. Murison Dihadiri Ratusan Masyarakat

Daerah

Wabup Ami Taher : Akan Tempatkan Personil Sat Pol PP Di Tiga Lokasi Objek Wisata di Kerinci
Mantan Menlu RI

Internasional

Mantan Menlu, Wamenlu, dan Tokoh Politik Luar Negeri Apresiasi Dialog Terbuka Presiden Prabowo
Kapolda Jambi

Nasional

Kapolda Jambi Terima kunjungan silaturahmi Kejati Sugeng Hariadi
phishing QR code

Daerah

Waspada Modus Phishing Lewat QR Code, Ancaman Kejahatan Digital Kian Mengintai
Kisah penemuan keris yang diklaim sebagai pusaka Sultan Brunei

Daerah

Pusaka Keris Sultan Brunei Pertama Diklaim Ditemukan, Disebut Memiliki Aura Kebesaran Raja-Raja Dunia