Sungai penuh, http://Eksisjambi.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mewakili Wali Kota Sungai Penuh menghadiri Malam Puncak Pergelaran Seni Budaya Luhah Pamangkou Rajea yang berlangsung meriah dan sarat dengan nilai-nilai adat serta budaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kota Sungai Penuh.
Acara tersebut di hadiri Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, Wakil Ketua DPRD Hardizal beserta anggota DPRD, Sekretaris Daerah Alpian, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sungai Penuh Mawarti Azhar, para staf ahli, asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh adat, ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan di awali dengan penyambutan Wakil Wali Kota melalui penampilan tari tradisional. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana dan sambutan Wakil Wali Kota Sungai Penuh.
Dalam sambutannya, Azhar Hamzah menegaskan bahwa Pergelaran Seni Budaya Luhah Pamangkou Rajea merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat, seni budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kota Sungai Penuh.
Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan malam puncak tersebut, di antaranya Gelanggang Silek, Tari Iyo-Iyo, Parade Baju Dahin, Tembang Lagu Sungai Penuh, tari tradisional, Sike Rebana, hingga beragam pertunjukan budaya khas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Menurut Azhar Hamzah, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya, penguatan jati diri, serta media untuk menanamkan kecintaan terhadap adat dan budaya kepada generasi muda.
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Luhah Pamangkou Rajea yang tetap menjaga dan melestarikan adat istiadat warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah,” ujar Azhar Hamzah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Menurutnya, keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya, adat istiadat, moral, dan kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Azhar Hamzah turut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya daerah agar tetap hidup, berkembang, serta mampu menghadapi tantangan globalisasi.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, seniman, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap Malam Puncak Pergelaran Seni Budaya Luhah Pamangkou Rajea dapat menjadi momentum mempererat persatuan, melestarikan budaya, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus demi menjaga eksistensi adat dan budaya Kota Sungai Penuh.**







