Jakarta,http://Eksisjambi.com – ST Burhanuddin secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Jaksa Indonesia Tahun 2026 yang di gelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para jaksa di seluruh Indonesia untuk memperkuat integritas dan profesionalisme di tengah dinamika transformasi sistem hukum nasional.
Munas PERSAJA 2026 mengusung tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan RI dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Korps Adhyaksa dalam memperkuat peran institusi Kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum yang berintegritas dan berwibawa.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia saat ini memiliki posisi strategis sebagai game changer dalam mewujudkan supremasi hukum yang selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045.
“Peran Kejaksaan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengawal kedaulatan dan stabilitas nasional di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi internal melalui forum Munas sebagai sarana menyatukan visi, memperkuat soliditas, serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan hukum ke depan.
Munas PERSAJA 2026 di ikuti oleh sekitar 13.031 peserta yang terdiri dari Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah PERSAJA dari seluruh Indonesia, baik yang hadir secara langsung maupun virtual. Tingginya partisipasi ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam tubuh Korps Adhyaksa.
Selain agenda utama, Munas tahun ini juga dirangkaikan dengan sesi Bincang Pagi yang menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka sebagai narasumber. Di antaranya, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram Widodo Putro serta Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Danrivanto Budhijanto.
Diskusi tersebut turut mendapat tanggapan dari Ketua Umum PERSAJA serta Sekretaris Umum Ikatan Hakim Indonesia Heru Pramono, yang memberikan perspektif dari kalangan peradilan terkait penguatan sistem hukum nasional.
Melalui Munas ini, di harapkan PERSAJA dapat terus menjadi motor penggerak dalam memperkuat profesionalisme jaksa, menjaga integritas institusi, serta berkontribusi aktif dalam mengawal penegakan hukum yang adil dan berkeadilan di Indonesia.**







