eksisjambi.com, SungaiPenuh – Musim kemarau yang melanda wilayah Kota Sungai Penuh menyebabkan beberapa aliran sungai mulai mengalami kekeringan. Kondisi ini mendorong warga untuk mencari alternatif sumber air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Salah satu solusi yang kini sangat membantu warga adalah keberadaan Sumur Pulai di Desa Gedang.
Sumur Pulai telah menjadi tumpuan masyarakat, tidak hanya untuk kebutuhan irigasi persawahan, namun juga untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, air minum, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Air dari sumur ini dikenal jernih dan cukup melimpah, bahkan di saat kemarau panjang.
Marwati, salah satu ahli waris Sumur Pulai, mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang datang mengambil air di sumur tersebut meningkat drastis saat musim kemarau.
“Biasanya paling ramai itu jam 7 pagi dan jam 5 sore, Air ini jadi penyelamat buat warga,” jelas Marwati.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini banyak warga Desa Gedang yang telah menyalurkan air dari Sumur Pulai langsung ke rumah mereka. Dengan membayar retribusi sebesar Rp10.000 per bulan, masyarakat sudah bisa menikmati air bersih dari sumur tersebut kapan saja.
Keberadaan Sumur Pulai menjadi bukti nyata pentingnya pengelolaan sumber daya air lokal yang berkelanjutan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan musim yang semakin tidak menentu.(*)







