Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 9 September 2025 - 20:24 WIB

Berikut 4 Perkutut Katuranggan yang Dimiliki Raja Zaman Dahulu

PerkututKaturanggan

PerkututKaturanggan

Eksisjambi.com – Burung perkutut sejak dahulu dipercaya bukan hanya sebagai hewan peliharaan yang indah dan merdu suaranya, tetapi juga memiliki nilai mistis serta makna simbolis yang tinggi, Terutama di kalangan raja-raja Jawa, beberapa jenis perkutut katuranggan diyakini membawa tuah, kewibawaan, serta perlindungan gaib bagi pemiliknya.

Berikut empat jenis perkutut katuranggan yang populer di masa kerajaan:

1. Perkutut Songgo Ratu, Perkutut jenis ini memiliki ciri khas pada bagian kepalanya, yaitu terdapat jambur berwarna putih yang menyerupai songgo atau mahkota. Burung ini dianggap sebagai simbol keagungan dan keberuntungan. Tak heran jika dahulu banyak raja dan bangsawan yang memeliharanya sebagai lambang kebesaran.

Baca Juga :  Pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat masa jabatan 2024-2029

2. Perkutut Katuranggan Lurah, Jenis ini dipercaya memiliki kekuatan gaib yang mampu memancarkan aura kewibawaan bagi pemiliknya. Perkutut katuranggan lurah sering dipelihara oleh para pejabat, bangsawan, dan raja di tanah Jawa pada masa lampau. Ciri utamanya terletak pada bulu di bagian dada yang tampak lebih terang dibandingkan perkutut biasa.

3. Perkutut Katuranggan Cemani, Burung ini kerap disebut sebagai rajanya perkutut. Seluruh bulunya berwarna hitam pekat, sehingga masyarakat Jawa menamainya kol buntet, Perkutut cemani sering dikaitkan dengan hal-hal gaib, bahkan diyakini memiliki kekuatan supranatural yang melindungi sang pemilik dari mara bahaya.

Baca Juga :  Wagub Sani Minta BMPS Lakukan Terobosan Pembangunan Pendidikan

4. Perkutut Katuranggan Putih, Jenis terakhir ini memiliki penampilan yang sangat mencolok. Paruhnya berwarna merah terang, bola matanya juga berwarna merah, sementara bulu dan kulitnya putih bersih. Karena keunikannya, burung ini dianggap sebagai simbol kesucian, keberuntungan, dan kemakmuran bagi pemiliknya.

Keempat perkutut katuranggan tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna filosofis, Bagi masyarakat Jawa, memelihara perkutut bukan sekadar hobi, melainkan juga dipercaya membawa keberkahan dan simbol status sosial pemiliknya.(*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat Kembali Lakukan Reses Di Desa Pantai Gading Parit Jawa
OTT Bekasi

Daerah

OTT Ke-10 Tahun 2025, KPK Amankan 10 Orang di Kabupaten Bekasi
Kode Redeem FF Terbaru

Daerah

Redeem Free Fire Terbaru 6 Maret 2026, Klaim Skin SenjataKode

Advertorial

Komisi I Evaluasi LKPJ Bupati Tanjabtim Tahun 2024. Terkait Laporan Dalam Agenda Paripurna DPRD Tanjabtim.

Daerah

Humas PLTA Merangin Hidro Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Kota Sungai Penuh

Daerah

Ketua DPRD Fajran,Terima Buku LPJ APBD 2020

Daerah

Wako Ahmadi Pimpin Apel di RSUD M.H.A Thalib Sungai Penuh

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Buka Puasa Bersama Anak Yatim Di Panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah