Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai menunjukkan taringnya,Baru hitungan hari menggantikan Sri Mulyani, ia langsung mengkritik keras Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo.
Bayangkan, anggaran fantastis Rp71 triliun hanya terserap Rp13 triliun. Sisanya Rp 58 triliun seolah menguap di udara. Publik pun bertanya-tanya, “Kemana perginya uang sebesar itu?”
Purbaya, dengan jas biru dan dasi merah, hadir bak “superhero audit.” Dalam rapat DPR dan ia menegaskan, “Ini bukan pertunjukan PowerPoint cantik.” Ia menuntut transparansi menyeluruh hingga ke piring anak-anak, dan mengusulkan konferensi pers bulanan agar publik tahu kemana aliran dana mengalir.
Tak kalah mengejutkan, sejumlah dapur MBG justru terhubung dengan politisi. Di Kuningan, sekitar 20 dapur “di miliki” anggota dewan. Di Jakarta Timur, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman di kabarkan menguasai satu dapur.
Mereka berdalih hanya investor, bukan pengelola. Namun di mata publik, piring bergizi berubah jadi panggung politik.
Lebih miris lagi, laporan keracunan makanan bermunculan, Di SMPN 8 Kupang, 186 siswa sakit usai menyantap menu MBG. Di Bandung, SD Legok Hayam dan SMPN 35 melaporkan kasus serupa. Di Sragen, Cianjur, hingga Nunukan Selatan, siswa menemukan ikan tongkol berulat di piring mereka.
Dinas Kesehatan bersama Ombudsman langsung turun tangan. Semua penyedia makanan MBG di wajibkan memiliki sertifikat laik sanitasi, inspeksi berkala, hingga laporan ketat. Pakar gizi UGM mengingatkan, produksi masif makanan berpotensi besar memicu kontaminasi.
Meski demikian, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengklaim program sudah menjangkau 22 juta penerima manfaat, dengan perputaran uang di masyarakat Rp28 triliun Namun Purbaya tetap menyoroti angka serapan anggaran yang jomplang.
“Ini bukan sekadar angka, Ini soal keberanian menghadapi publik dan menjaga integritas negara,” tegasnya.
Program MBG kini jadi potret kompleksitas negeri: Triliunan rupiah anggaran, Dapur politisi, Kasus keracunan massal Dan seorang menteri keuangan baru yang tampil berani.
Purbaya muncul bak “Thor versi anggaran,” membawa palu audit untuk memastikan uang rakyat benar-benar sampai ke meja makan anak-anak. Pertanyaan besar pun menggema: siapa sebenarnya yang makan dari Rp71 triliun itu? (*)







