Jakarta – Apple resmi merilis iPhone 17 Pro pada 19 September 2025 dengan segudang inovasi, termasuk sensor telefoto baru 48MP. Namun, hasil pengujian kamera dari DxOMark memperlihatkan fakta menarik: flagship terbaru ini belum mampu menggeser dominasi pabrikan Tiongkok.
Dengan total skor 168 poin, iPhone 17 Pro harus puas duduk di peringkat ketiga kamera smartphone dunia. Di atasnya, masih bertengger Huawei Pura 80 Ultra (175 poin) sebagai juara dan Oppo Find X8 Ultra (169 poin) di posisi kedua.
DxOMark mencatat peningkatan signifikan pada sektor zoom iPhone 17 Pro, naik 7 poin dari generasi sebelumnya. Telefoto 4x dengan sensor 48MP membuat hasil foto jarak menengah lebih tajam.
Sayangnya, pada foto jarak jauh, detail wajah dan tekstur kulit masih lebih unggul pada Huawei Pura 80 Ultra. Sementara itu, Oppo Find X8 Ultra berhasil mempertahankan konsistensi detail pada berbagai tingkat zoom berkat konfigurasi quad-camera dengan dua lensa telefoto.
Meski begitu, Apple tetap setia dengan gaya natural look dalam pengolahan gambar. Hasil foto terlihat realistis tanpa efek smoothing berlebihan sebuah karakter yang di sukai sebagian fotografer. Namun, bagi pengguna umum, hasil “cantik instan” ala Huawei dan Oppo justru di anggap lebih menarik.
Kabar baiknya, Apple masih jadi raja video mobile. Dengan skor 171 poin, iPhone 17 Pro menempati peringkat pertama dunia di kategori video.
Fitur Perekaman Ganda yang memungkinkan penggunaan kamera depan dan belakang sekaligus mendapat pujian dari DxOMark. Di tambah dengan dukungan Dolby 4K HDR 120fps dan ProRes RAW, iPhone 17 Pro di pandang sebagai perangkat video paling siap untuk kebutuhan profesional.
DxOMark juga menyoroti stabilisasi video yang nyaris sempurna, transisi mulus antar lensa saat zoom, serta performa low light dengan noise minim dan white balance natural.
iPhone 17 Pro mungkin bukan jawara kamera foto, tapi masih jadi pilihan utama bagi konten kreator dan videografer. Apple membuktikan bahwa meski ketat bersaing dengan Huawei dan Oppo di sektor fotografi, posisi mereka sebagai standar emas perekaman video belum tergoyahka. (*)







