Cikarang, http://Eksisjambi.com – Kebutuhan susu nasional saat ini masih jauh melampaui kemampuan produksi dalam negeri. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan pasokan yang cukup besar dan menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengungkapkan bahwa produksi susu nasional belum mampu mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat. Hal itu di sampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kamis (5/2/2026).
“Jika kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, berarti ada sekitar 40 juta kekurangan yang harus di penuhi dan dikejar oleh pemerintah,” ujar Saleh.
Menurutnya, kesenjangan antara kebutuhan dan produksi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah perlu mengambil langkah strategis dan terukur agar pasokan susu bagi masyarakat tetap terjamin, terutama untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak dan generasi muda.
Saleh menjelaskan, sejumlah opsi kini menjadi pembahasan serius di parlemen. Di antaranya adalah mendorong masuknya investor baru di sektor persusuan nasional guna meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Selain itu, opsi impor susu dalam skala besar juga menjadi alternatif yang tidak bisa di hindari dalam jangka pendek.
“Kita harus realistis. Selama produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, pemerintah perlu membuka ruang investasi dan, bila di perlukan, melakukan impor dengan tetap memperhatikan kepentingan peternak lokal,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebijakan yang di ambil harus seimbang antara menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi industri persusuan dalam negeri. Dengan strategi yang tepat, di harapkan ketimpangan pasokan susu nasional dapat dikurangi secara bertahap dan berkelanjutan.**







