Eksisjambi.com – Dalam khazanah ilmu hikmah Islam, huruf-huruf hijaiyah bukan hanya di pahami sebagai rangkaian huruf untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga di percaya memiliki keterkaitan dengan anggota tubuh manusia. Setiap huruf di yakini memiliki posisi tertentu di tubuh, beserta malaikat penjaga dan pendampingnya.
Ilmu ini di kenal sebagai Tata Cara Pengobatan Huruf Hijaiyah yang bersumber dari kitab klasik “Manba’ulil Ushulil Hikmah”. Praktiknya digunakan sebagai media ikhtiar penyembuhan, dengan cara membaca huruf yang sesuai sebanyak 33 kali lalu di tiupkan pada air putih, kemudian di minumkan kepada yang sakit.
Berikut beberapa contoh keterkaitan huruf hijaiyah dengan bagian tubuh:
Alif (ا) : Hidung – Malaikat Penjaga Mathmah Tholqiyaail
Ba (ب) : Kening kanan – Malaikat Penjaga Jaromhiyail
Ta (ت) : Kening kiri – Malaikat Penjaga Mar A’wiil
Tsa (ث) : Leher – Malaikat Penjaga Jantsayaiil
Jim (ج) : Paha kiri – Malaikat Penjaga Tholqathyaiil
Kha (ح) : Paha kanan – Malaikat Penjaga Thofyaaiil
Kho (خ) : Dada – Malaikat Penjaga Hamliili
Dal (د) : Betis kanan – Malaikat Penjaga Sakmahyaaiil
Dzal (ذ) : Betis kiri – Malaikat Penjaga Rofa’yaaiil
Ra (ر) : Rusuk kiri – Malaikat Penjaga Dahrobil
… hingga Ya (ي) yang diyakini berkaitan dengan roh, dijaga oleh Malaikat Hardaqiilin.
Menurut keyakinan sebagian kalangan, ketika seseorang mengalami sakit di bagian tubuh tertentu, maka huruf yang berhubungan dengan bagian tubuh tersebut di baca sebanyak 33 kali. Doa ini lalu di tiupkan ke air putih untuk di minumkan sebagai ikhtiar penyembuhan.
Praktik ini bukan sekadar pengobatan batin, tetapi juga bentuk tawassul agar seorang hamba lebih dekat dengan Allah SWT, berharap syafaat Rasulullah SAW, karomah para wali, keberkahan kiai dan habaib, serta doa restu orang tua.
“Semoga kita senantiasa mendapat ridho Allah, syafaat Rasulullah, karomah waliyullah, dan keberkahan para alim ulama,” demikian doa yang selalu menyertai praktik ini.(*)







