Bandung, http://Eksisjambi.com– Upaya transformasi sektor logistik nasional kembali mendapat sorotan serius dari Komisi VI DPR RI. Dalam kunjungan kerja terbaru, Komisi VI mendorong percepatan pembenahan menyeluruh guna menjawab tantangan klasik seperti tingginya biaya logistik dan tumpang tindih peran antar badan usaha milik negara (BUMN).
Langkah strategis yang mengemuka adalah pembentukan holding BUMN logistik. Skema ini di nilai krusial untuk menyatukan lebih dari 20 perusahaan negara di sektor logistik agar bekerja lebih terintegrasi, efisien, dan kompetitif.
Dalam konsep tersebut, sejumlah entitas besar seperti PT Pos Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia akan di sinergikan di bawah satu payung besar, yakni Danantara. Integrasi ini di harapkan mampu menciptakan ekosistem logistik yang solid dari hulu ke hilir.
Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan bahwa transformasi tidak hanya menyasar struktur organisasi, tetapi juga persepsi publik. Ia menilai masih ada tantangan dalam hal citra perusahaan, khususnya pada Pos Indonesia.
“Brand awareness Pos Indonesia memang masih di anggap kurang menggigit dan terkesan kuno oleh masyarakat. Padahal, secara teknologi mereka sudah sangat modern, bahkan memanfaatkan sistem robotik,” ujarnya saat kunjungan di Stasiun KCIC Tegalluar, Rabu (15/04/2026).
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Pos Indonesia telah mengadopsi teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) dan sistem robotik dalam operasionalnya. Modernisasi ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kecepatan, akurasi, serta efisiensi layanan logistik nasional.
Komisi VI optimistis, dengan integrasi digital yang kuat dan sinergi lintas BUMN, biaya logistik nasional dapat di tekan secara signifikan. Dampak jangka panjangnya, produk-produk lokal Indonesia akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar global.
Transformasi ini juga di harapkan mampu menghapus stigma lama terhadap layanan logistik BUMN sekaligus membuka babak baru industri logistik yang lebih adaptif, modern, dan berdaya saing tinggi.**







