Eksisjambi.com, Desa Debai- Dalam balutan adat dan nuansa spiritual yang kental, masyarakat Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh pada hari Minggu,(22/06/2025) kembali menggelar Kenduri Sudah Tuai Ekor Tahun dan Kepala Tahun Anak Jantan dan Anak Batino, sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun sebagai bentuk syukur, doa keselamatan, dan penguatan tali adat nan terpatri.
Kenduri tahun 2025 ini mengangkat tema yang sarat makna, “Iloknyo Dusiuh Kareno Tuo-Tuo, Ramainyo Dusiuh Kareno Mudeo-Mudeo” (Makmurnya kampung karena orang tua, semaraknya kampung karena generasi muda).
Tema ini menjadi pesan mendalam yang menggugah kesadaran bersama bahwa kekuatan adat dan harmoni sosial tak akan pernah tumbuh tanpa peran lintas generasi antara yang dituakan dan yang ditumbuhkan.
Acara yang digelar secara hikmat ini menjadi momen penyatuan anak jantan dan anak batino dari segala penjuru, baik yang bermukim di kampung maupun yang merantau. Mereka pulang membawa rindu, pulang membawa niat baik untuk menjunjung tinggi marwah adat istiadat dan nilai-nilai luhur nenek moyang.

Dalam rangkaian acara, turut dipersembahkan berbagai bentuk seni tradisi seperti tari sakral, prosesi adat, pembacaan doa oleh tetua kampung, dan jamuan kenduri bersama. Di puncak acara, suasana menjadi khusyuk saat tando adat diberikan sebagai penanda bahwa masa tanam telah berlalu, dan masa baru telah dimulai—sebuah perpindahan waktu yang dimaknai secara spiritual dan budaya.
Salah satu tokoh Adat desa Debai menyampaikan harapan besar agar kenduri ini tidak hanya menjadi perayaan ritual, tetapi juga momentum membangun kembali semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kelestarian nilai-nilai budaya di tengah tantangan zaman.
Kenduri ini sekaligus menjadi undangan terbuka bagi perantau asal Debai dan Kumun Debai untuk kembali menyatu dalam irama kampung membawa pulang rasa, menjaga warisan, dan menatap masa depan bersama.(Khairul)







