New York, Eksisjambi.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan siap menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar ke Gaza apabila usulan perdamaian yang di inisiasi oleh Gedung Putih benar-benar di implementasikan.
Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Under-Secretary-General PBB untuk Urusan Kemanusiaan sekaligus Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher.
“Usulan ini membuka kesempatan bagi warga Palestina untuk menerima bantuan penyelamat nyawa dalam jumlah yang sangat besar, sekaligus menjadi peluang untuk memulangkan para sandera.” ujar Fletcher.
“Kami siap bertindak segera. Saat ini, PBB memiliki sekitar 170.000 metrik ton makanan, obat-obatan, perlengkapan tempat tinggal, dan pasokan penting lainnya yang siap di kirim ke Gaza dari berbagai wilayah.”
Fletcher menegaskan, PBB memiliki pengalaman luas dalam mendistribusikan bantuan dalam skala besar secara netral dan berprinsip kemanusiaan.
Ia menambahkan, agar rencana ini berjalan sukses, di butuhkan akses lintas batas yang terbuka, jaminan keselamatan bagi warga sipil dan pekerja kemanusiaan, visa bagi staf internasional, serta ruang operasi yang aman di lapangan.
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan kondisi di Gaza utara semakin memburuk, Serangan udara dan operasi militer intensif terus menambah jumlah korban serta memperparah kerusakan infrastruktur.
Menurut data OCHA, sedikitnya 562 pekerja kemanusiaan telah tewas, termasuk 376 staf PBB, sejak konflik meletus, Banyak dari mereka meninggal saat menjalankan tugas.
Ratusan ribu warga sipil di laporkan masih terjebak di wilayah utara Gaza tanpa sarana untuk mengungsi.
“Mereka kelelahan dan putus asa setelah berulang kali berpindah tempat untuk menyelamatkan diri,” kata pernyataan OCHA.
Krisis juga menghantam sektor kesehatan, Banyak tenaga medis di laporkan telah meninggalkan wilayah Gaza utara karena takut akan keselamatan mereka.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi telah mengevakuasi tiga bayi baru lahir dalam kondisi kritis dari Rumah Sakit Al-Helou di Gaza City menuju Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah. Namun, rumah sakit tujuan kini menghadapi kelangkaan pasokan medis karena lonjakan pengungsi ke wilayah selatan.
PBB melalui OCHA menegaskan bahwa pihaknya bersama mitra-mitra kemanusiaan tetap berkomitmen membantu warga Palestina di tengah akses terbatas, situasi keamanan ekstrem, dan kekurangan pasokan kronis yang terus memburuk di Jalur Gaza.







