Yogyakarta – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu malam (2/11). Badan Geologi melaporkan terjadinya awan panas guguran pada pukul 20.46 WIB.
Dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.200 meter ke arah Barat Daya. Aktivitas ini tercatat dengan amplitudo maksimum 68 mm dan durasi 111 detik.
Peristiwa tersebut terekam jelas melalui kamera pemantau di Pos Panguk, memperlihatkan cahaya pijar di sertai kolom awan gelap yang meluncur menuruni lereng gunung di tengah kondisi cuaca malam yang berawan.
Badan Geologi melalui laman resminya menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) dan Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana di imbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mematuhi arahan dari otoritas terkait.
“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Harap patuhi rekomendasi,” tulis Badan Geologi dalam pernyataannya.
Berdasarkan rekomendasi Badan Geologi, masyarakat di imbau untuk:
- Tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, terutama di sektor Barat Daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
- Waspada terhadap kemungkinan aliran lava dan guguran awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
- Mengikuti informasi resmi dari BPPTKG, PVMBG, dan BPBD setempat.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di dunia. Aktivitas awan panas dan guguran lava kerap terjadi sebagai bagian dari proses erupsi efusif yang masih berlangsung sejak tahun 2021.
Hingga kini, petugas pemantauan terus melakukan observasi intensif terhadap perubahan visual, seismik, dan deformasi tubuh gunung.(*)







