Home / Daerah / Hukum / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:44 WIB

Kejadian Dua Debt Collector di TMP Kalibata, Tokoh Indonesia Timur Minta Pemerintah Berikan Perlindungan

debt collector,

debt collector,

JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Insiden nahas yang menimpa dua mata elang atau debt collector di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, kembali memicu perhatian publik. Peristiwa tersebut memunculkan sorotan terkait perlindungan hukum bagi para penagih utang yang bekerja di bawah lembaga resmi pembiayaan.

Menanggapi hal ini, tokoh muda asal Indonesia Timur, Sandri Rumanama, menyerukan pemerintah agar memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi para debt collector, terutama mereka yang bekerja di bawah naungan perusahaan pembiayaan yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sandri menilai bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai tugas dan peran debt collector. Ia mengatakan bahwa tidak sedikit debitur yang justru mengaku sebagai korban, padahal mereka menunggak pembayaran yang telah di sepakati.

Baca Juga :  OJK Sesuaikan Kebijakan SLIK, Dorong Akses Pembiayaan Perumahan Lebih Luas

“Warga jangan main hakim dong, kalau nggak mau ditagih ya jangan ngutang demi gaya hidup. Sudah ngutang merasa jadi korban. Debt collector itu di lindungi oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tegas Sandri, yang juga merupakan Ketua Umum PB SEMMI, di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Sandri menegaskan bahwa para debt collector merupakan agen resmi yang menjalankan tugas berdasarkan ketentuan hukum. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memahami prosedur penagihan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat membahayakan keselamatan petugas.

Baca Juga :  Aktivis KontraS Disiram Air Keras Usai Rekaman Podcast di Kantor YLBHI

Selain itu, ia juga meminta OJK dan aparat keamanan meningkatkan pendampingan dan sosialisasi terkait mekanisme penagihan utang yang sesuai aturan, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara debitur dan petugas di lapangan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki secara rinci insiden yang terjadi di kawasan TMP Kalibata tersebut.

Pemerintah juga di harapkan mengambil langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan penegakan hukum berjalan seimbang bagi kedua belah pihak baik debitur maupun penagih yang berstatus resmi. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Puluhan Rumah di Desa Teluk Kecimbung Terendam Banjir, Warga Hanya Bisa Bertahan di Atap
The Fed

Internasional

The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga, Rupiah Menguat

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Tinjau Pos PAM Lebaran di Desa Pematang Lumut Pastikan Kesiapan Arus Balik

Advertorial

TP PKK kabupaten Kerinci, berhasil meraih 5 tropi Tingkat Provinsi

Bangko

Wabup Merangin Lepas Pawai Takbiran Idul Adha 1446 H

Daerah

Gempa M6,4 Guncang Utara Sumatra, Pusat di Sinabang

News

Keluarga Besar Monadi -Murison di Jujun Komit Bersama Pejuang Petani
Larangan Kembang Api

Daerah

Pemprov DKI Jakarta Larang Perayaan Tahun Baru Menggunakan Kembang Api