Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:34 WIB

Trump di Puncak Kejengkelan, Iran Tolak Negoisasi Nuklir: Krisis Kepercayaan Jadi Biang Kerok

Donald Trump

Donald Trump

WASHINGTON,http://Eksisjambi.com – Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki titik terendah. Mantan Presiden AS Donald Trump dikabarkan berada di puncak kejengkelannya setelah upaya Washington untuk mengajak Teheran kembali ke meja perundingan nuklir kembali ditolak mentah-mentah oleh Iran.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Iran secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat telah merusak fondasi utama diplomasi internasional: kepercayaan.

Iran: Pernah Nego, Tapi Justru Diserang

Pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa Teheran bukan pihak yang menutup pintu dialog. Bahkan, Iran mengklaim sebelumnya telah bersedia kembali bernegosiasi dan sudah menjalani beberapa putaran dialog terkait proyek nuklirnya.

Namun, di tengah proses itu, Amerika Serikat justru dinilai melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan semangat diplomasi.

“Di saat negosiasi masih berlangsung, Amerika malah memberi izin kepada Israel untuk menyerang wilayah kami. Tidak hanya itu, Amerika sendiri ikut menyerang dan menargetkan penghancuran instalasi nuklir Iran,” ujar seorang pejabat Iran dalam pernyataan resmi.

Iran menyebut langkah tersebut sebagai tindakan tidak etis, picik, dan sama sekali tidak gentleman, karena dilakukan di tengah proses dialog yang seharusnya menjunjung prinsip saling menghormati.

“Anda Gagal Menghancurkan Nuklir Kami, Lalu Ajak Nego Lagi?”

Iran juga mempertanyakan motif Washington yang kembali mengajak bernegosiasi setelah serangan militer gagal menghentikan program nuklir Teheran.

“Sekarang, setelah invasi dan serangan gagal menghancurkan fasilitas nuklir kami, Amerika kembali mengajak negosiasi. Bukan kami yang menolak dialog, tetapi Anda sendiri yang telah menghancurkan kepercayaan kami,” tegas pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Mustika Lipan, Batu Langka yang Diyakini Punya Khasiat Spiritual

Iran menilai tidak ada jaminan bahwa Amerika Serikat tidak akan kembali mengulang pola yang sama: bernegosiasi di satu sisi, menyerang di sisi lain.

Sanksi Tetap Berlaku, Iran: Apa yang Mau Dinegosiasikan?

Masalah lain yang menjadi ganjalan utama adalah sanksi ekonomi AS yang hingga kini masih di berlakukan dan Iran mempertanyakan logika negosiasi yang ditawarkan Washington.

“Amerika ingin bernegosiasi, tetapi sanksi tetap berjalan. Lalu apa yang mau dinegosiasikan? Iran tetap bertahan meski disanksi. Jika tawarannya hanya pencabutan sanksi, bukankah itu bukti bahwa sanksi tersebut gagal menghentikan kami?” kata Iran.

Menurut Teheran, sanksi bukan lagi alat tekanan yang efektif, sehingga tidak memiliki nilai tawar dalam meja perundingan.

Trauma JCPOA: Luka Lama yang Belum Sembuh

Penolakan Iran juga tidak bisa dilepaskan dari pengalaman pahit Perjanjian Nuklir Iran atau JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action).

Iran mengingatkan bahwa pada perjanjian sebelumnya, Amerika Serikat secara sepihak keluar dari JCPOA tanpa alasan yang dapat diterima, lalu menjatuhkan sanksi yang jauh lebih berat.

“Kini Amerika ingin menghukum Iran atas dugaan pelanggaran JCPOA, padahal Amerika sendiri sudah keluar dari perjanjian itu. Ini kekonyolan diplomasi yang sulit diterima akal sehat,” ujar Iran.

Empat Syarat Tegas Iran untuk Kembali Berunding

Iran menegaskan pintu negosiasi tidak tertutup, namun hanya akan terbuka jika Amerika Serikat memenuhi empat syarat utama:

  1. Negosiasi harus setara, tanpa ancaman, tekanan, atau superioritas sepihak.
  2. Ganti rugi atas perang 12 hari, termasuk kompensasi atas tiga fasilitas nuklir Iran yang diserang.
  3. Pernyataan terbuka Amerika Serikat yang mengecam serangan Israel, mengakui bahwa serangan tersebut memicu perang dan berjanji tidak mengulanginya.
  4. Pencabutan seluruh sanksi serta pengembalian aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Baca Juga :  Sekda Asraf serahkan Laporan Keuangan Daerah(LKD) Kabupaten Kerinci

“Silakan penuhi empat syarat ini, barulah negosiasi bisa kembali dibicarakan,” tegas Iran.

Trump Murka, Dorong Opsi Militer

Namun, tuntutan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Donald Trump. Tidak satu pun dari empat syarat Iran bersedia dipenuhi Washington.

Kemarahan Trump pun memuncak. Menurut sumber diplomatik regional, Trump disebut telah menyampaikan pesan keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Sudah, serang saja Iran kembali. Dengan kekuatan penuh. Kali ini jangan setengah-setengah,” kata Trump sebagaimana dikutip sumber tersebut.

Pernyataan ini memicu kekhawatiran luas akan eskalasi konflik baru di Timur Tengah, di tengah situasi global yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan dan krisis energi.

Jalan Diplomasi Kian Menyempit

Pengamat hubungan internasional menilai penolakan Iran bukan sekadar sikap keras, melainkan cerminan krisis kepercayaan mendalam terhadap Amerika Serikat.

“Tanpa pemulihan kepercayaan, negosiasi apa pun hanya akan menjadi formalitas kosong,” ujar seorang analis Timur Tengah.

Dengan kedua pihak sama-sama bertahan pada posisinya, masa depan diplomasi nuklir Iran-AS kini berada di persimpangan berbahaya: antara meja perundingan yang runtuh, atau eskalasi militer yang lebih luas.***

Share :

Baca Juga

Walikota Sungai Penuh Alfin. SH

News

Wako Alfin Letakkan Batu pertama Pembangunan KDMP Desa Aur Duri

Daerah

Putusan Depati 4 Alam Kerinci Abal-abal, Irawadi Advokad Kerinci Dinilai Hina Adat Kerinci 
RUU ASN

Daerah

RUU ASN Samakan Manajemen PNS dan PPPK Langkah Progresif Wujudkan Kesetaraan Hak

Daerah

Peringati HPN BEM Fikes Undhari Selenggarakan Berbagai Kegiatan

Kerinci

Padat Merayap Kampanye Monadi -Murison di Kayu Aro Sang Pejuang Petani
Target Ekonomi RI

Internasional

Pemerintah Targetkan Investasi Rp 13.032 Triliun untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8% pada 2029

Advertorial

Gubernur Al Haris Pimpin Peringatan HUT ke-79 PGRI dan HGN 2024 di Kabupaten Tebo

Daerah

Wako Ahmadi, Perkuat Kerja Bersama Penanganan Covid19.