Palembang, http://Eksisjambi.com – Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Februari 2026, konstruksi fisik proyek tersebut telah mencapai 89,91 persen, sementara pembebasan lahan menyentuh angka 93,85 persen.
Salah satu bagian krusial dalam proyek ini, yakni Jembatan Musi V, kini hampir rampung dengan capaian progres 96 persen. Jembatan sepanjang 1.684 meter itu akan menghubungkan kawasan Gandus di Kota Palembang dengan wilayah Banyuasin, sekaligus menyatukan dua sisi ruas tol yang sebelumnya terpisah oleh aliran Sungai Musi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau lokasi proyek, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan ruas tol ini dapat di fungsikan secara terbatas pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Namun demikian, AHY menegaskan bahwa kesiapan teknis dan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum tol di operasikan. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan uji kelayakan harus di pastikan tuntas agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman.
“Yang paling penting adalah memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan terpenuhi sebelum di fungsikan, terutama jika akan di gunakan saat arus mudik yang volumenya tinggi,” ujar AHY.
Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek Tol Palembang–Betung sangat penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur eksisting sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik. Infrastruktur ini juga di yakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
Ruas Palembang–Betung merupakan bagian dari jaringan utama Jalan Tol Trans Sumatera yang terhubung hingga Provinsi Jambi. Kehadiran tol ini di proyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Palembang–Betung dari sekitar 3–4 jam menjadi hanya sekitar satu jam.
Dengan efisiensi waktu tersebut, biaya distribusi barang dan mobilitas masyarakat di harapkan dapat di tekan secara signifikan, sehingga memberi dampak langsung terhadap peningkatan daya saing daerah serta pertumbuhan sektor industri dan perdagangan.
Pemerintah optimistis, dengan progres yang telah mendekati 90 persen, proyek strategis nasional ini dapat segera di manfaatkan masyarakat dan menjadi salah satu pengungkit konektivitas di Pulau Sumatera.**







