http://Eksisjambi.com– Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Eropa. Kiper muda milik Feyenoord, Tony Kouwen (16), baru saja menjalani trial bersama raksasa La Liga, Atletico Madrid, dalam beberapa hari terakhir. Kesempatan ini menjadi langkah besar dalam perjalanan karier penjaga gawang berbakat tersebut.
Tony yang masih berusia 16 tahun di nilai memiliki potensi besar di bawah mistar gawang. Postur yang ideal, refleks cepat, serta disiplin latihan yang tinggi membuatnya di lirik oleh klub-klub top Eropa. Trial bersama Atletico Madrid menjadi ajang pembuktian kualitasnya di level yang lebih kompetitif.
Menariknya, Tony Kouwen memiliki garis keturunan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa darah Indonesia mengalir dari sang kakek yang berasal dari Bali. Fakta ini membuat namanya mulai mendapat perhatian dari pecinta sepak bola Tanah Air.
Tony pun mengaku terharu dengan dukungan yang datang dari Indonesia.
“Saya punya darah Indonesia berkat kakek saya, jadi itu sebabnya. Para penggemar itu benar-benar hebat. Mereka memberi saya semangat, sungguh luar biasa,” ujar Tony.
Dukungan warganet Indonesia di sebutnya menjadi tambahan motivasi dalam mengejar mimpi berkarier di level tertinggi sepak bola Eropa.
Sebelum fokus menjadi penjaga gawang, Tony ternyata sempat menekuni olahraga kickboxing. Ia bahkan cukup serius menjalani latihan bela diri tersebut sebelum akhirnya memutuskan beralih sepenuhnya ke sepak bola.
“Sebelumnya, saya lebih fokus pada kickboxing, tetapi beberapa tahun terakhir ini, saya sepenuhnya fokus pada sepak bola. Saya berlatih setiap hari. Ketika saya tidak berada di lapangan, Anda akan menemukan saya di pusat kebugaran,” jelasnya.
Latar belakang sebagai atlet kickboxing di yakini turut membentuk mental kuat serta ketahanan fisik yang kini menjadi keunggulannya sebagai kiper.
Trial bersama Atletico Madrid menjadi sinyal positif bagi masa depan Tony Kouwen. Jika mampu tampil impresif, bukan tidak mungkin ia akan mendapatkan kesempatan lebih besar untuk berkembang di salah satu akademi terbaik di Spanyol.
Bagi publik Indonesia, kehadiran pemain muda berdarah Bali di pentas sepak bola Eropa tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Dukungan terus mengalir dengan harapan suatu hari nanti Tony bisa bersinar di level tertinggi, bahkan membuka peluang membela tim nasional Indonesia di masa depan.**







