Home / Daerah / Kerinci / Kota Jambi / Kota Sungai Penuh / Politik

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 13:10 WIB

DiTanah Sakti Alam Kerinci Jendral Safril Nursal beserta rombongan disambut hangat dan antusias

KERINCI – Calon wakil gubernur Jambi nomor urut dua, Syafril Nursal kembali melanjutkan safari politiknya di kampung halamannya sendiri. Kali ini pasangan daei Fachrori Umar ini menyisir Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (31/10).

Kedatangan Mantan Kapolda Sulawesi Tengah di Tanah Sakti Alam Kerinci beserta rombongan disambut hangat dan antusias oleh masyarakat setempat. Ini membuktikan besarnya harapan masyarakat untuk memilih Syafril Nursal menjadi wakil gubernur Jambi.

Dalam sambutannya di depan pendukung dan simpatisan, Syafril Nursal menyampaikan visi dan misinya untuk membangun Jambi kedepannya menuju Jambi BERKAH.

“Saya senang sekali hari ini, karena saya bisa bertatap muka dengan masyarakat Kerinci yang saya cintai. Insya Allah kalau nanti saya terpilih menjadi wakil gubernur saya akan mengembangkan potensi-potensi spesifik Kerinci dan Sungai Penuh, terutama di bidang pariwisata, pertanian, pendidikan, dan kebudayaan sesuai dengan visi misi Jambi Berkah,” ucap Syafril Nursal.

Baca Juga :  Pemangku Rajo Sungai Penuh Gotong Royong Serentak Tarik Tiang Karamantang Jelang Kenduri Sko 2026

Selanjutnya didampingi Tafyani Kasim, Syafril Nursal juga melakukan takziah ke rumah keluarga Awara, korban bentrokan antar desa di Kerinci beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Syafril Nursal, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Awara dan semoga beliau ditempatkan di sisinya dan berharap semoga cepat diselesaikan dan kedepan kejadian ini tidak akan terulang lagi.

Baca Juga :  Pembahasan Lanjutan Bapemperda DPRD Kota Sungai Penuh

“Turut berdukacita atas kepergian almarhum dan untuk keluarga yang ditinggalkan harap bersabar dan tawakal, semoga almarhum ditempatkan di sisinya,” tuturnya.

Ditambahkan Syafril Nursal, dalam permasalahan ini fungsi tokoh adat harus difungsikan untuk menyelesaikan masalah dan pemerintah tidak harus menunggu dan mendelay untuk melakukan perdamaian dan persoalan hukum juga harus diselesaikan.

“Saya berharap masalah ini tidak akan pernah terulang lagi, fungsi adat harus difungsikan di saat permasalahan seperti ini. Tokoh formal dan nonformal harus terlibat dalam menyelesaikan apapun masalahnya kita selesaikan baik secara adat ataupun secara hukum,” tegas Syafril. (Rul)

Share :

Baca Juga

Terowongan Belanda

Daerah

Terowongan Bersejarah Peninggalan Belanda di Kampar yang Terlupakan

Advertorial

Pemkab Kerinci Gelar Upacara Peringatan HUT Korpri Ke 52 Tahun 2023

Daerah

Wako & Wawako Sungai Penuh Mengikuti Pembekalan Kepemimpinan

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Pemateri Kuliah Umum di UNJA 
Kapal Pesiar

Artikel

Nikmati Promo Spesial Kapal Pesiar Siap Membawamu ke Destinasi Impian

Advertorial

Sekda Sudirman Pertegas Komitmen ASN Cegah Korupsi di Provinsi Jambi

Advertorial

Wagub Sani Harapkan Peran Strategis Para Konsultan

Daerah

Luhut Uji Coba Digital Single ID Berbasis Face Recognition