Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 23 Februari 2026 - 05:23 WIB

Gempa M7.1 Sabah Malaysia Jadi yang Terbesar di Zona Kalimantan Sejak 1900

Gempa sabah

Gempa sabah

SABAH, –  Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi di wilayah Sabah, Malaysia, menjadi sorotan para ahli kebencanaan dan masyarakat luas. Berdasarkan data katalog United States Geological Survey (USGS), gempa ini tercatat sebagai yang terbesar di zona Kalimantan dan sekitarnya sejak tahun 1900.

Informasi awal menyebutkan gempa terjadi pada 23 Februari 2026 pukul 00.57.46 waktu setempat. Episenter gempa berada pada koordinat 6,84 Lintang Utara dan 116,25 Bujur Timur, sekitar 99 kilometer utara Kota Kinabalu. Gempa tercatat memiliki kedalaman 633 kilometer dan di nyatakan tidak berpotensi tsunami.

Wilayah Kalimantan selama ini di kenal relatif lebih stabil di bandingkan daerah lain di Indonesia yang berada tepat di jalur subduksi aktif, seperti Sumatera dan Jawa. Aktivitas gempa besar di kawasan ini tergolong jarang terjadi.

Baca Juga :  Wako & Wawako Kota Sungai Penuh Melepas Keberangkatan Kafilah MTQ

Karena itu, kemunculan gempa dengan magnitudo di atas M7 menjadi peristiwa yang tidak biasa. Skala gempa yang besar di zona yang relatif minim aktivitas seismik signifikan menjadikan peristiwa ini menonjol dalam catatan kegempaan regional.

Berdasarkan data historis sejak awal abad ke-20, sebagian besar gempa di kawasan Kalimantan berada pada magnitudo kecil hingga menengah. Gempa M7,1 di Sabah ini pun menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kegempaan wilayah tersebut.

Secara tektonik, gempa di Sabah ini tidak terjadi di zona megathrust utama seperti di barat Sumatera atau selatan Jawa. Aktivitasnya lebih berkaitan dengan gempa dalam lempeng (intraslab) atau interaksi kompleks lempeng di sekitar Kalimantan bagian utara dan Laut Sulawesi.

Kedalaman gempa yang mencapai lebih dari 600 kilometer mengindikasikan bahwa peristiwa ini termasuk kategori gempa dalam (deep-focus earthquake). Gempa jenis ini terjadi jauh di bawah permukaan bumi dan umumnya tidak memicu tsunami, meskipun memiliki magnitudo besar.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Tonga, Tidak Berpotensi Tsunami

Karena sumbernya sangat dalam, energi gempa biasanya mengalami pelemahan sebelum mencapai permukaan. Dampak kerusakan di permukaan cenderung lebih terbatas di bandingkan gempa dangkal dengan kekuatan serupa.

Meski tidak berpotensi tsunami dan berisiko relatif lebih kecil terhadap kerusakan luas, gempa ini tetap menjadi pengingat bahwa dinamika bumi terus berlangsung, bahkan di wilayah yang selama ini di anggap stabil.

Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya sistem pemantauan seismik dan kesiapsiagaan masyarakat. Tanpa perlu menimbulkan kepanikan, kewaspadaan dan pemahaman terhadap karakteristik gempa menjadi kunci dalam menghadapi fenomena alam yang tidak dapat di prediksi secara pasti.*”

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Terima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Hadiri Pelepasan 217 Siswa Dan Siswi Kelas IX SMP Negeri 2

Daerah

Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Daerah

Dimas Cahya Kusuma dan Kaum Milenial, All Out Menangkan Aston di Pilbup Tebo

Daerah

Gubernur Al Haris Hadiri Panen Raya TNI di Geragai Tanjung Jabung Timur 
RUU ASN

Daerah

RUU ASN Samakan Manajemen PNS dan PPPK Langkah Progresif Wujudkan Kesetaraan Hak

Daerah

Wako Ahmadi & Wawako Antos Sholat Ied Idul Fitri 1443 H di Lapangan Mardeka

Advertorial

Ungkap Kasus Narkoba : Polres Tebo Amankan 3 Pelaku