Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:17 WIB

Opini: Teror terhadap Wartawan, Ancaman Bagi Demokrasi

Kebebasan Pers

Kebebasan Pers

Opini, http://Eksisjambi.com – Teror terhadap wartawan bukan sekadar serangan terhadap individu, tetapi serangan langsung terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk mengetahui kebenaran.

Dalam sistem demokrasi, pers berfungsi sebagai pengawas kekuasaan mengungkap penyimpangan, menyuarakan kepentingan rakyat, dan menjaga transparansi.

Ketika wartawan di teror, di bungkam, atau di intimidasi, yang terancam bukan hanya profesi mereka, melainkan fondasi demokrasi itu sendiri.

Di Indonesia, kebebasan pers di jamin oleh Dewan Pers dan di lindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Namun dalam praktiknya, ancaman kerap terjadi mulai dari intimidasi verbal, doxing, peretasan digital, hingga kekerasan fisik pada wartawan yang kerap aktif menulis dan investigasi profesional.

Organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Lembaga Bantuan Hukum Pers kerap mencatat kasus kasus tersebut sebagai alarm bagi kebebasan sipil.

Baca Juga :  Hak Publik Mengingat, Bukan Menghukum Tanpa Akhir

Teror sering muncul ketika liputan menyentuh kepentingan besar yakni korupsi, konflik agraria, kejahatan lingkungan, atau politik elektoral.

Dalam situasi ini, wartawan menjadi sasaran karena mereka membuka informasi yang sebelumnya tersembunyi. Upaya membungkam pers biasanya di bungkus dengan dalih keamanan, pencemaran nama baik, atau bahkan penyebaran hoaks, padahal yang di perjuangkan adalah kepentingan publik.

Di era digital, bentuk teror berkembang. Serangan siber, manipulasi informasi, hingga kampanye disinformasi menjadi senjata baru untuk melemahkan kredibilitas media.

Namun, ketakutan tidak boleh menjadi norma. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan hukum yang tegas dan efektif.

Baca Juga :  PUAN: PDIP Sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah

Aparat penegak hukum harus memproses setiap bentuk ancaman terhadap jurnalis secara transparan. Tanpa penegakan hukum, impunitas akan melahirkan keberanian bagi pelaku untuk mengulangi tindakan serupa.

Lebih dari itu, solidaritas publik sangat penting. Masyarakat perlu memahami bahwa membela wartawan bukan berarti membela individu atau media tertentu, melainkan membela hak atas informasi yang akurat dan independen. Pers yang bebas adalah cermin demokrasi yang sehat.

Teror terhadap wartawan adalah ujian bagi negara hukum. Jika intimidasi di biarkan, maka yang runtuh bukan hanya ruang redaksi, tetapi juga kepercayaan publik terhadap kebenaran. Ketika kebenaran di bungkam, demokrasi perlahan kehilangan maknanya.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Resmikan Kegiatan Pencanangan Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan Tahun 2023

Daerah

Pemerintah Terapkan Fleksibilitas Kerja ASN dan Pekerja Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026

Advertorial

Bupati H. Adirozal Buka Pelatihan Guru Inti Tahfidz Qur’an Kabupaten Kerinci Tahun 2023

Daerah

Apresiasi Dedikasi, Kapolres Kerinci Serahkan Penghargaan kepada 8 Personel Berprestasi

Advertorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Pisah Sambut DANDIM 0417/Kerinci

Advertorial

Halal Bihalal Pemprov Jambi dan Pemkab Kerinci

Daerah

Luka Lama Proletariat Dibalik Wajah Baru Kapitalisme
AI Action Figure

Daerah

Tren AI Action Figure yang Bikin Heboh!!