JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Fenomena astronomi langka berupa Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dan dapat di saksikan di seluruh wilayah Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda sesuai zona waktu masing-masing.
Berdasarkan data prakiraan astronomi, gerhana ini akan berlangsung sejak sore hingga malam hari. Masyarakat di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur memiliki kesempatan menyaksikan fase gerhana, meski terdapat perbedaan waktu terbit Bulan di masing-masing wilayah.
Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Pada fase puncak, Bulan akan tampak berwarna kemerahan, yang sering di sebut sebagai “Blood Moon”.
Berikut rincian waktu terjadinya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia:
Indonesia Barat (WIB)
- Pukul 16.50 WIB – 20.17 WIB
- Kontak Awal : 16.50 WIB*
- Totalitas Awal : 18.04 WIB
- Puncak Total : 18.33 WIB
- Totalitas Akhir : 19.02 WIB
- Kontak Akhir : 20.17 WIB
Keterangan:
Pada wilayah Indonesia Barat, saat Bulan terbit di ufuk timur, fase gerhana sudah memasuki Totalitas Awal.
Indonesia Tengah (WITA)
- Pukul 17.50 WITA – 21.17 WITA
- Kontak Awal : 17.50 WITA*
- Totalitas Awal : 19.04 WITA
- Puncak Total : 19.33 WITA
- Totalitas Akhir : 20.02 WITA
- Kontak Akhir : 21.17 WITA
Keterangan:
Di wilayah Indonesia Tengah, saat Bulan terbit, fase gerhana sudah berada pada tahap Gerhana Bulan Sebagian.
Indonesia Timur (WIT)
- Pukul 18.50 WIT – 22.17 WIT
- Kontak Awal : 18.50 WIT
- Totalitas Awal : 20.04 WIT
- Puncak Total : 20.33 WIT
- Totalitas Akhir : 21.02 WIT
- Kontak Akhir : 22.17 WIT
Keterangan:
Wilayah Indonesia Timur menjadi daerah paling ideal karena masyarakat dapat menyaksikan seluruh proses gerhana sejak awal hingga akhir.
Catatan Penting
Tanda (*) menunjukkan bahwa pada waktu tersebut Bulan Purnama belum terbit di lokasi tersebut. Oleh karena itu, sebagian fase awal gerhana di Indonesia Barat dan Tengah tidak dapat di amati secara langsung karena Bulan masih berada di bawah ufuk.
Masyarakat tidak memerlukan alat khusus untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total. Berbeda dengan Gerhana Matahari, fenomena ini aman di lihat dengan mata telanjang. Namun, penggunaan teleskop atau kamera dengan lensa panjang dapat membantu mendapatkan visual yang lebih jelas dan detail.
Fenomena ini menjadi momen menarik bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum. Di sarankan memilih lokasi pengamatan dengan langit cerah dan minim polusi cahaya agar pengalaman menyaksikan gerhana lebih maksimal.
Jangan lewatkan momen langka ini pada 3 Maret 2026. Pastikan Anda mengetahui waktu sesuai zona wilayah masing-masing agar dapat menikmati puncak gerhana secara optimal.**







