Jambi, http://Eksisjambi.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmennya memperkuat peran desa dalam pembangunan daerah. Komitmen itu di sampaikan langsung Wali Kota Alfin, SH saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh, Kamis (19/12/25).
Di dampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, penutupan bimtek yang di gelar di Korem 042/Gapu tersebut menjadi penegasan arah kebijakan kota dalam menyatukan langkah seluruh pemerintahan desa, terutama dalam mendukung target desa bebas sampah 2030.
Alfin menyampaikan, desa tidak lagi di posisikan sekadar sebagai pelaksana teknis, melainkan aktor utama perubahan sosial. Salah satu fokus utama yang harus segera di tangani adalah pengelolaan sampah berbasis kesadaran masyarakat.
Ia menilai, selama ini persoalan sampah kerap di anggap isu kecil, padahal dampaknya langsung menyentuh kualitas lingkungan dan kesehatan warga.
“Kalau desa tidak bergerak, maka kota juga tidak akan maju. Sampah ini persoalan serius dan harus di tangani dari hulu, mulai dari desa,” kata Alfin.
Wali Kota meminta pemerintah desa bersama BPD berani mengambil langkah konkret, mulai dari penyusunan aturan desa, pembagian peran, hingga penguatan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kebijakan tanpa keberanian bertindak hanya akan berhenti di atas kertas.
Dalam kesempatan itu, Alfin juga menekankan pentingnya kesamaan arah pembangunan antara desa dan pemerintah kota. Ia mengingatkan agar setiap program desa tetap berada dalam satu garis kebijakan daerah.
Keselarasan visi, lanjutnya, bukan bentuk intervensi terhadap otonomi desa, melainkan upaya memastikan pembangunan berjalan efektif dan saling menguatkan.
“Desa tetap mandiri, tapi arah pembangunan harus satu. Jangan sampai ada program yang tumpang tindih atau bahkan bertolak belakang,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Alfin mengajak seluruh kepala desa dan anggota BPD meninggalkan pola kerja sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas wilayah. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan komitmen, cita-cita menghadirkan Sungai Penuh yang bersih, adil, dan sejahtera dapat di wujudkan secara bertahap.
Penutupan bimtek tersebut menjadi penanda awal penguatan sinergi antara pemerintah kota dan desa dalam menjalankan agenda pembangunan berbasis lingkungan dan tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan. (M)







