Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:33 WIB

Lonjakan Harga Emas Sepekan Terakhir, Pengamat Sebut Investor Cari Aset Aman

Lonjakan harga emas Antam, UBS Gold, dan Galeri 24 dalam sepekan terakhir

Lonjakan harga emas Antam, UBS Gold, dan Galeri 24 dalam sepekan terakhir

KENDARI, http://Eksisjambi.com – Lonjakan harga emas dalam sepekan terakhir menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah produk emas populer seperti milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam), UBS Gold, hingga Galeri 24 tercatat mengalami kenaikan harga. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah saat ini menjadi waktu yang tepat untuk membeli emas sebagai instrumen investasi.

Pengamat ekonomi Sulawesi Tenggara, Syamsul Anam, menilai fenomena tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap emas sebagai salah satu instrumen investasi yang di anggap relatif aman.

“Masyarakat kita mulai paham posisi emas sebagai alternatif utama investasi. Bahkan jika dulu warga kita membeli emas dalam bentuk perhiasan, saat ini tren membeli emas dalam bentuk logam mulia kepingan mengalami lonjakan,” ujarnya pada Rabu (4/3/2026).

Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo Kendari itu menyebut pergeseran tersebut semakin memperkuat posisi emas sebagai pilihan investasi jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga :  Uang Primer Indonesia Tumbuh 18,3 Persen pada Februari 2026, Capai Rp2.228 Triliun

Menurut Syamsul, fluktuasi harga emas tidak terjadi begitu saja. Banyak faktor yang memengaruhi pergerakan harga logam mulia tersebut, mulai dari kebijakan moneter, inflasi, hingga kondisi perekonomian nasional dan global.

“Banyak faktor penentu naik turunnya harga emas, di antaranya kebijakan moneter, inflasi, dan kondisi perekonomian nasional maupun global,” jelasnya.

Ia menduga kenaikan harga emas yang terjadi saat ini lebih di picu oleh motif lindung nilai atau hedging. Ketidakpastian ekonomi global membuat investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang di nilai lebih aman seperti emas.

“Dugaan saya kenaikan harga emas lokal dan nasional lebih di dorong oleh motif lindung nilai atas persepsi tentang keadaan global yang tidak menentu,” lanjutnya.

Selain faktor global, Syamsul juga menyoroti pola konsumsi masyarakat di Sulawesi Tenggara yang kerap membeli emas pada momen-momen tertentu, seperti menjelang hari besar atau kebutuhan sosial tertentu. Pola ini turut berpengaruh terhadap meningkatnya permintaan dan harga emas.

Baca Juga :  Rezeki Tuan Diturunkan Tuhan: Harta, Syukur, dan Tanggung Jawab Sosial

Menjawab pertanyaan apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli emas, Syamsul menyarankan masyarakat tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi.

Secara teori ekonomi, waktu terbaik membeli suatu aset adalah saat harga sedang rendah. Namun melihat tren harga logam mulia yang cenderung stabil dan hanya mengalami koreksi tipis dalam waktu singkat, keputusan membeli emas tetap perlu di pertimbangkan secara matang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing.

“Jika tujuannya investasi jangka panjang, emas tetap menarik. Tetapi masyarakat harus mempertimbangkan momentum pembelian dan kemampuan keuangan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan,” pungkasnya.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Al Haris Dampingi Jusuf Kalla ke Kerinci Tinjau Proyek PLTA
Wawako Azhar Hamzah

Daerah

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Sidang Paripurna dan Sampaikan RAPERDA APBD 2026
Kode redeem ff terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire (FF) Terbaru 3 Maret 2026, Klaim Sekarang!!

Advertorial

BUPATI ADIROZAL TAKJUB DENGAN KERJA ANGGOTA TMMD KODIM KERINCI

Daerah

Mari bergabung..!! Besok Dinas Kominfosta Kota Sungai Penuh Kembali Gelar Webinar KPCPEN
kode Fish It Februari 2026

Daerah

Kode Redeem Fish It! Roblox Terbaru Februari 2026, Ini Hadiah Gratis 

Advertorial

Gubernur Al Haris: Pemangku Adat Melayu Jambi Mitra Pemerintah Dalam Pembangunan

Advertorial

Gubernur Al Haris Launching Kartu Jambi Sehat Program Dumisake