Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:06 WIB

Beredar Surat Telegram TNI Soal Status Siaga 1, KSAD Tegaskan Tidak Ada Perintah Resmi

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA, – Beredar di media sosial sebuah surat telegram TNI bernomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026 yang berisi instruksi penetapan status Siaga 1 bagi jajaran militer. Surat tersebut disebut-sebut dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap situasi keamanan dalam negeri.

Dokumen yang viral itu memuat sejumlah instruksi kepada satuan TNI di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan pengamanan terhadap objek vital strategis nasional, seperti bandara, pelabuhan, fasilitas kelistrikan, hingga pusat-pusat infrastruktur penting lainnya.

Selain itu, dalam isi dokumen tersebut juga disebutkan adanya perintah untuk meningkatkan deteksi dini ancaman udara selama 24 jam, memperkuat kesiapsiagaan pasukan, serta menyiapkan rencana evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri apabila eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meningkat.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya  Pastikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Diperiksa BPK

Surat tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menimbulkan spekulasi di masyarakat terkait kemungkinan peningkatan status kesiapsiagaan militer Indonesia.

Namun demikian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa kabar mengenai telegram Panglima TNI yang menetapkan status Siaga 1 tersebut tidak benar.

Menurut Maruli, hingga saat ini tidak ada perintah resmi dari Panglima TNI terkait penetapan status Siaga 1 seperti yang beredar dalam dokumen tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Tidak ada perintah Panglima TNI terkait Siaga 1 seperti yang beredar itu,” tegas Maruli saat dimintai konfirmasi.

Baca Juga :  TNI AL Kirim Dua Kapal Perang ke Papua Nugini

Isu mengenai kesiapsiagaan militer ini mencuat di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan beberapa negara besar, seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memicu eskalasi lebih luas dan berdampak pada stabilitas geopolitik global.

Meski demikian, pihak TNI memastikan bahwa situasi keamanan di dalam negeri tetap terkendali dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi global, khususnya di Timur Tengah, termasuk memastikan perlindungan terhadap WNI yang berada di kawasan tersebut jika sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi.*+

Share :

Baca Juga

Daerah

Wacana Hapus PPPK Menguat, DPR Usulkan Semua ASN Jadi PNS
Paripurna DPRD kabupaten Tanjung Jabung Timur

Advertorial

DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Dalam Agenda Kesepakatan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026
Gubernur Jambi Alharis

Daerah

Gubernur Al Haris: Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Transparan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Daerah

Walikota Ahmadi Berhasil Sulap Alun-alun Jadi Objek Wisata Andalan
X down

Internasional

Platform X (Twitter) Alami Gangguan Global Sejak Jumat Malam

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Hadiri Puncak Peringatan Harganas ke-31 Tahun 2024 di Semarang
Presiden Prabowo Subianto

Daerah

Presiden Prabowo Lantik Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka

Daerah

Pengusulan PIP Sekolah Sebelum 31 Agustus