Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:52 WIB

Induk Orca Tahlequah Bawa Jasad Anaknya Selama 17 Hari, Menggetarkan Dunia

Oplus_131072

Oplus_131072

 Samudra Pasifik,http://Eksisjambi.com  – Sebuah kisah mengharukan dari dunia satwa laut terjadi pada tahun 2018 di wilayah Samudra Pasifik. Seekor induk paus orca bernama Tahlequah menyentuh hati banyak orang setelah terlihat terus mendorong dan menggendong jasad anaknya yang telah mati selama berhari-hari di permukaan laut.

Peristiwa tersebut terjadi di perairan Salish Sea, kawasan laut yang berada di antara Amerika Serikat dan Kanada. Anak paus dari spesies orca atau paus pembunuh itu di laporkan meninggal hanya beberapa jam setelah di lahirkan.

Namun yang membuat kisah ini menjadi perhatian dunia adalah sikap sang induk yang tidak segera meninggalkan tubuh bayinya.

Alih-alih berpisah, Tahlequah justru terus mendorong jasad anaknya menggunakan kepala dan punggungnya agar tetap mengapung di permukaan laut. Setiap kali tubuh anaknya tenggelam, ia akan menyelam untuk mengangkatnya kembali ke atas.

Baca Juga :  DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna Ke-III

Para peneliti dan pengamat laut yang memantau kelompok paus tersebut menyaksikan perilaku memilukan ini berlangsung selama 17 hari. Dalam kurun waktu itu, Tahlequah di perkirakan menempuh perjalanan hingga sekitar 1.600 kilometer sambil terus membawa jasad anaknya.

Meski sedang berduka, Tahlequah tetap berenang bersama kelompoknya atau pod, yang juga di kenal sebagai keluarga sosial bagi paus orca. Beberapa peneliti menilai kelompoknya tampak ikut memperlambat pergerakan untuk menyesuaikan dengan kondisi sang induk.

Banyak ilmuwan meyakini tindakan Tahlequah merupakan bentuk ekspresi kesedihan dan ikatan emosional yang kuat antara induk dan anak. Orca di kenal sebagai salah satu hewan laut paling sosial dengan struktur keluarga yang erat dan kompleks.

Baca Juga :  Pj. Bupati Aspan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Angin Puting Beliung Di Desa Sungai Rambai

Perilaku berkabung seperti ini sebenarnya pernah di amati pada beberapa spesies mamalia laut lainnya, namun perjalanan duka Tahlequah menjadi salah satu yang paling lama pernah tercatat oleh para peneliti.

Setelah lebih dari dua minggu, para pengamat akhirnya melihat Tahlequah tidak lagi membawa jasad anaknya. Ia kemudian kembali berenang bersama kelompoknya seperti biasa.

Meski demikian, kisah perjalanan duka itu telah meninggalkan kesan mendalam bagi para ilmuwan maupun masyarakat dunia.

Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik luasnya samudra, makhluk-makhluk laut juga memiliki perasaan, ikatan keluarga, dan cara mereka sendiri untuk berduka.*+

Share :

Baca Juga

Daerah

Dinilai Serius Memperhatikan Kehidupan Beragama, Ulama Doakan Fikar-Yos Menang

Daerah

USTIA ESA Kades Lawang Agung Kota Sungai Penuh Mengucapkan Selamat & Sukses

Daerah

PPPK Resmi Setara dengan PNS, Zudan: “Semua Adalah ASN dan Harus Diperlakukan Adil”

Daerah

Kanim Kerinci Gelar Pertemuan Bersama Wabup Ami Taher.

News

Pj.Bupati Asraf Ucapkan Terima Kasih Atas Pengabdian dan Dedikasi Kadis Murison

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Diminta Tindak Tegas Pembangunan Tower di Duga Tanpa Izin

Daerah

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Jambi Anjangsana ke Kediaman Purnawirawan Polri

Daerah

Ini Manfaat Kacang dan Sayuran Bagi Kesehatan