Saint Helena,http://Eksisjambi.com – Kabar duka yang sempat beredar luas mengenai kematian kura-kura tertua di dunia, Jonathan, dipastikan tidak benar. Hewan berusia 193 tahun tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja di Pulau Saint Helena.
Dokter hewan yang merawat Jonathan, Joe Hollins, mengungkapkan bahwa rumor tersebut berasal dari sebuah unggahan palsu di platform X. Unggahan itu bahkan mencatut namanya untuk meminta donasi ilegal dalam bentuk aset digital, sehingga menimbulkan keresahan publik.
Jonathan sendiri telah dikenal dunia sejak ditetapkan sebagai hewan darat tertua yang masih hidup oleh Guinness World Records pada tahun 2019. Status tersebut menjadikannya ikon global sekaligus daya tarik utama di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Hollins menjelaskan bahwa kabar bohong ini diduga berasal dari Brasil dan sempat mengecoh sejumlah media internasional ternama, termasuk BBC dan USA Today, sebelum akhirnya diklarifikasi.
Sementara itu, Gubernur Saint Helena, Nigel Phillips, turut menegaskan bahwa Jonathan dalam kondisi aman. Ia menyebutkan bahwa kura-kura legendaris tersebut hanya sedang beristirahat di bawah pohon saat kabar duka palsu menyebar luas.
“Jonathan baik-baik saja, dia hanya tidur nyenyak di bawah pohon,” ujar Phillips, menepis simpati dan ucapan belasungkawa yang sempat membanjiri berbagai platform.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran informasi palsu, terutama yang memanfaatkan figur publik atau ikon dunia untuk tujuan penipuan.**







