Jakarta,http://Eksisjambi.com – Warga di berbagai wilayah Indonesia dibuat heboh dengan kemunculan fenomena cahaya unik di langit yang menyerupai ubur-ubur raksasa atau di kenal sebagai “space jellyfish”. Video penampakan tersebut dengan cepat viral di media sosial pada Sabtu (11/4), memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Setelah di telusuri, fenomena tersebut bukanlah kejadian supranatural atau benda asing misterius, melainkan efek visual dari peluncuran roket Jielong-3 milik China.
Fenomena ini terjadi akibat kombinasi faktor teknis dan kondisi atmosfer di ketinggian tinggi. Berikut penjelasannya:
Saat roket meluncur, ia melepaskan gas buang (plume) dalam jumlah besar. Di lapisan atas atmosfer yang sangat tipis, gas ini menyebar luas dan membentuk pola yang mencolok.
Cahaya terang yang terlihat berasal dari pantulan sinar matahari pada gas buang roket. Fenomena ini biasanya terjadi saat waktu fajar atau senja (twilight), ketika pengamat di permukaan bumi sudah berada dalam kondisi gelap, sementara roket di ketinggian masih terkena sinar matahari langsung.
Gas buang roket yang mengembang dengan cepat di lingkungan bertekanan rendah menciptakan bentuk simetris menyerupai ubur-ubur dengan “tentakel” bercahaya yang memanjang.
Fenomena ini dilaporkan terlihat hampir serentak di sejumlah daerah di Indonesia pada Sabtu (11/4), di antaranya:
- Lampung
- Kalimantan Utara
- Pontianak
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Serta beberapa wilayah lainnya
Sejumlah rekaman warga memperlihatkan objek bercahaya bergerak perlahan dengan pola unik di langit malam, sehingga memicu rasa penasaran hingga kekhawatiran.
Objek tersebut telah dipastikan sebagai roket Jielong-3 atau Smart Dragon-3, yang diluncurkan dari platform laut di kawasan Laut Kuning, sebelah timur Beijing, China.
Roket ini merupakan bagian dari program peluncuran satelit komersial yang memang rutin dilakukan oleh China dalam beberapa tahun terakhir.
Meski tampak asing dan spektakuler, fenomena “space jellyfish” dipastikan tidak berbahaya. Ini merupakan efek optik yang kerap terjadi pada peluncuran roket di ketinggian tertentu, terutama saat kondisi pencahayaan mendukung.
Fenomena serupa juga pernah terjadi di berbagai negara lain dan sering kali menimbulkan kehebohan karena bentuknya yang tidak biasa.
Masyarakat di imbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi antariksa kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan bisa terlihat langsung dari wilayah Indonesia.**







