Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Sosbud

Rabu, 22 April 2026 - 17:40 WIB

Kenduri Sko Tradisi Sakral Pemersatu Masyarakat Sakti Alam Kerinci yang Sarat Makna Budaya

Kenduri Sko merupakan tradisi adat masyarakat Suku Kerinci

Kenduri Sko merupakan tradisi adat masyarakat Suku Kerinci

Sakti Alam Kerinci, http://Eksisjambi.com – Kenduri Sko merupakan salah satu tradisi adat yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Suku Kerinci, khususnya di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Tradisi ini di kenal sebagai “acara besar dusun” yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur terkait kehormatan, budaya, serta kebersamaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Kenduri Sko menjadi momentum berkumpulnya seluruh warga dusun tanpa terkecuali. Masyarakat mengenakan pakaian adat khas, membawa hidangan dari rumah masing-masing, serta mengikuti rangkaian prosesi adat yang sakral. Suasana semakin hidup dengan alunan musik tradisional dan kehadiran para tokoh adat, mulai dari ninik mamak hingga pemangku kepentingan adat lainnya.

Kenduri Sko bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki filosofi yang kuat dalam kehidupan masyarakat Kerinci.

1. Wujud Rasa Syukur kepada Tuhan

Tradisi ini umumnya digelar setelah musim panen atau pada momen penting lainnya. Kenduri Sko menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil yang di peroleh, sekaligus pengakuan bahwa keberhasilan tidak hanya berasal dari usaha manusia, tetapi juga atas berkah Tuhan. Doa bersama dan makan bersama menjadi simbol utama dalam rasa syukur tersebut.

Baca Juga :  Pendaftaran Beasiswa “Sungai Penuh Juara” 2026 Resmi Dibuka, Sasar Mahasiswa Kurang Mampu

2. Pengukuhan Gelar Adat

Salah satu prosesi penting dalam Kenduri Sko adalah pengangkatan atau pengukuhan pemimpin adat, seperti depati dan ninik mamak. Peran mereka sangat krusial dalam menjaga tatanan adat, menyelesaikan konflik, serta memastikan keharmonisan sosial tetap terjaga.

3. Pelestarian Pusaka Adat

Dalam rangkaian acara, masyarakat juga menampilkan berbagai benda pusaka seperti keris, tombak, dan peninggalan bersejarah lainnya. Kehadiran pusaka ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa nilai-nilai leluhur tetap di jaga dan di wariskan kepada generasi muda.

4. Memperkuat Kebersamaan dan Persatuan

Kenduri Sko menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Semua kalangan, tanpa memandang status sosial, duduk bersama, berbagi makanan, dan menjalin komunikasi. Tradisi ini berfungsi sebagai “lem sosial” yang menjaga persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Ibu Esy Menangis Terharu Mendapat Program Renovasi RTLH TMMD Ke 111 Kodim 0420/Sarko

Di tengah arus modernisasi, Kenduri Sko memiliki nilai yang tetap relevan, terutama bagi generasi muda. Tradisi ini mengajarkan pentingnya rasa syukur, penghormatan terhadap budaya dan leluhur, serta semangat gotong royong.

Selain itu, Kenduri Sko juga menjadi sarana untuk menjaga identitas budaya lokal agar tidak tergerus zaman. Generasi muda dapat belajar langsung mengenai sejarah, nilai adat, dan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih dari sekadar acara adat, Kenduri Sko dapat dipandang sebagai sebuah “institusi sosial” yang menjaga keseimbangan dalam masyarakat. Tradisi ini tidak hanya mengatur hubungan sosial, tetapi juga memperkuat nilai, norma, dan identitas kolektif masyarakat Kerinci.

Tanpa Kenduri Sko, kehidupan masyarakat mungkin tetap berjalan. Namun, nilai kebersamaan, kehormatan adat, dan identitas budaya berpotensi memudar seiring waktu.

Dengan demikian, Kenduri Sko tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga simbol kehidupan masyarakat Kerinci tentang rasa syukur, kehormatan, dan persatuan yang terus di jaga dari generasi ke generasi.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Al Haris Hadiri Pembukaan Munas XIX BEM SI Kerakyatan di UNJA

Advertorial

DPD Bledek Qiuteres Nusantara (BQN) Ucapkan Terimakasih Atas Kunjungan Kesbangpol Kabupaten Tebo

Advertorial

Wabup Murison: Ikan Semah  Simbol Identitas Ekologis dan Budaya Masyarakat Kerinci 

Daerah

Bencana Longsor Telan Korban Jiwa di Desa Bedeng Dua, Kerinci
DPRD Tanjung Jabung Barat

Advertorial

DPRD Tanjung Jabung Barat Ketok Palu Pengesahan 5 Rancangan Perda Krusial
pria meninggal dunia

Daerah

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Desa Semumu Kerinci, Diduga Akhiri Hidup

Daerah

Pemerintah Telah Sepakati Hari Raya Idul Fitri 1446. H/ 2025 Masehi

Daerah

Wako Ahmadi Hadiri Penandatangan Kerjasama Antara Badan Geologi & UNJA