Home / Advertorial / Daerah / Nasional / News

Rabu, 28 Mei 2025 - 07:08 WIB

Wabup Murison: Ikan Semah  Simbol Identitas Ekologis dan Budaya Masyarakat Kerinci 

eksisjambi.com, Kerinci- Ikan semah (Tor spp.), dikenal pula sebagai ikan kelah atau mahseer, merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan budaya yang tinggi di wilayah Kerinci, Provinsi Jambi. Keberadaannya telah dikenal dan dihormati oleh masyarakat Kerinci sejak masa lampau sebagai bagian penting dari ekosistem perairan serta simbol kelestarian alam.

Ikan ini mendiami perairan yang jernih, berarus deras, dan sejuk, seperti Sungai Batang Meangin dan aliran sungai-sungai yang berhulu dari Danau Kerinci, Lingkungan tersebut merupakan bagian dari kawasan perkampungan dan hutan lindung dan Taman Nasional Kerinci Seblat, yang merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia.

Baca Juga :  Usai Caffe Morning, Dandim 0416 Bute Ajak Jurnalis di Tebo Latihan Menembak

“Secara budaya kita, ikan semah memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan masyarakat adat Kerinci, Melalui kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, masyarakat telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai lubuk larangan, yakni kawasan perairan yang dilarang untuk diambil hasilnya dalam waktu tertentu guna menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.”ungkap H. murison tokoh batang merangin.

“Pelanggaran terhadap aturan adat tersebut dianggap sebagai tindakan yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi membawa dampak sosial dan spiritual bagi komunitas setempat.”tegas wakil bupati Kerinci.

Seiring berjalannya waktu, tekanan terhadap habitat ikan semah meningkat akibat perubahan tata guna lahan, penangkapan ikan secara destruktif, serta degradasi kualitas air., Populasi ikan semah pun mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga :  KETUA KOMISI IV DPRD Prov. JAMBI MENGUCAPKAN SELAMAT HUT Ke-77 RI

“Menanggapi kondisi ini, berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi lingkungan, dan masyarakat lokal, mulai menjalankan upaya pelestarian dan penangkaran. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan spesies ini sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang melekat padanya.”ungkap Wabup murison

Dengan demikian, ikan semah tidak hanya dipandang sebagai komoditas bernilai tinggi, melainkan juga sebagai simbol identitas ekologis dan budaya masyarakat Kerinci. Pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama dalam rangka menjaga warisan alam dan budaya bagi generasi mendatang.(*)

 

Share :

Baca Juga

Kalender Jawa

Artikel

Kalender Jawa Warisan Sultan Agung

Advertorial

Gubernur Jambi Apresiasi Capaian Pembangunan Pemkab Tanjab Barat
Isu Kenaikan BBM di Bantah

Daerah

Isu Kenaikan Pertamax Rp17.850 per Liter Dibantah

Daerah

Hadapi PSU, Disdukcapil Bersama KPU Kerinci Validkan Data Pemilih
DTSEN

Internasional

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Akurasi Data untuk Kebijakan Tepat Sasaran

Advertorial

Klarifikasi Tentang Pemberitaan Pemprov Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK

News

Tom Lembong Didakwa Rugikan Negara Rp 578 M di Kasus Impor Gula

Daerah

Terancam Punah? Mungkin Kita Jadi Generasi Terakhir yang Melihat Kunang-Kunang Secara Langsung