Home / Daerah / Kerinci / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00 WIB

Arah Ajun Kenduri Sko Karang Setio TAP 2026: Simbol Tertib dan Restu Adat

Oplus_131072

Oplus_131072

Karang Setio, http://Eksisjambi.com–  Pelaksanaan arah ajun dalam rangkaian Kenduri Sko Karang Setio TAP Tahun 2026 menjadi penegasan kuat bahwa adat istiadat masih hidup dan di junjung tinggi oleh masyarakat. Tradisi ini tidak sekadar seremoni, tetapi sarat makna tentang keteraturan, kehormatan, dan keseimbangan dalam tatanan sosial adat.

Salah satu kutipan tale anak batino yang mengemuka dalam prosesi tersebut berbunyi, “Yao-yao duduk sasuhang buhati sempang, duduk babanyik, buhati lapang.” Ungkapan ini mencerminkan suasana kebersamaan dan kelapangan hati dalam menjalankan adat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya harmoni di tengah masyarakat.

Momentum arah ajun ini bukanlah rangkaian kata atau retorika semata. Lebih dari itu, ia merupakan refleksi nyata dari tegaknya adat yang berlandaskan prinsip adat nan bajenjang naik, batakah turun, serta menjaga sko nan tigo takah yang menjadi pedoman hidup masyarakat Karang Setio TAP.

Baca Juga :  Bupati Monadi Hadiri Kenduri Arah Sungai Jernih

Dalam setiap susunan duduk dan arah yang di tetapkan, terkandung nilai-nilai mendalam mengenai tertib adat, martabat, serta keseimbangan peran para pemangku adat. Semua tersusun berdasarkan sistem susun tindih, yang mengatur posisi dan tanggung jawab masing-masing pihak secara proporsional.

Perbedaan pandangan yang muncul di antara pemangku adat dalam proses ini di pandang sebagai bagian dari dinamika menuju kesepakatan bersama. Filosofi “Bulat air dek pembuluh, bulat kato dek mufakat” menjadi landasan utama, menegaskan bahwa setiap keputusan diambil melalui musyawarah demi mencapai mufakat yang adil dan bijaksana.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Jambi Jadi Pembicara di Rakorwil Dema PTKIN se Indonesia Wilayah Sumatera

Salah satu tradisi yang terus di lestarikan dalam rangkaian Kenduri Sko adalah prosesi Ajun Arah. Prosesi ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga wujud permohonan restu kepada para pemangku adat sebelum masyarakat melaksanakan hajat besar tersebut.

Dengan tetap di laksanakannya arah ajun ini, masyarakat Karang Setio TAP menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur adat. Tradisi ini di harapkan terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus memperkuat identitas dan persatuan di tengah arus modernisasi.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Al Haris Bisa Hentikan Tambang Batubara,Tetapi Apakah itu Solusi?
Wako Alfin Hadir Di HUT Kabupaten Merangin Ke 76

Bangko

Wako Alfin Hadir Di HUT Kabupaten Merangin Ke -76

Daerah

Wisata Favorit di Jambi, Dari Ikon Kota hingga Destinasi Alam dan Sejarah

Daerah

Rudy Disebut Broker di Persidangan: Fakta Hukum atau Sekadar Narasi?
Ilmu Rajah

Daerah

Asma Raja Dirajeh (RDR) Versi Cirebon: Ilmu Rajah Langka yang Tak Pernah Diijazahkan

Daerah

BUPATI ADIROZAL SERAHKAN SK PURNA TUGAS DAN PIAGAM PENGHARGAAN KEPADA ASN YANG PENSIUN
Masjid Nabawi

Daerah

Kisah Rasulullah Saw Turut Angkut Batu Saat Renovasi Masjid Nabawi

Daerah

Pidato Presiden Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi & Swasembada Pangan