Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:33 WIB

Kisah Rasulullah Saw Turut Angkut Batu Saat Renovasi Masjid Nabawi

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi

Madinah,http://Eksisjambi.com – Renovasi dan perluasan Masjid Nabawi pada masa Rasulullah Muhammad Saw bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga menjadi peristiwa penuh keteladanan. Pada tahun ke-7 Hijriah, Nabi Muhammad Saw tidak hanya memimpin umat secara spiritual, tetapi juga terlibat langsung dalam pekerjaan pembangunan masjid bersama para sahabat.

Dalam proses renovasi dan perluasan Masjid Nabawi, Rasulullah Saw ikut mengangkat batu-bata, mengangkut material, dan bekerja bahu-membahu bersama para sahabat tanpa membedakan kedudukan. Sikap ini menjadi bukti nyata kerendahan hati dan kepemimpinan beliau yang penuh keteladanan.

Kisah tersebut di riwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ia menceritakan bagaimana dirinya menyaksikan langsung Rasulullah Saw mengangkut batu-bata dengan penuh kesungguhan.

Baca Juga :  Prabowo Saksikan Penyerahan Rp13,25 Triliun Uang Korupsi CPO

“Saya menoleh kepada Nabi yang sedang membawa batu-bata. Saya melihat batu-batu itu menempel di perut beliau. Saya mengira hal itu memberatkan Nabi, lalu saya menawarkan diri, ‘Biar saya saja yang mengangkatnya, wahai Rasulullah,’” tutur Abu Hurairah.

Namun, tawaran itu di tanggapi Rasulullah Saw dengan jawaban yang sarat makna. Beliau bersabda, “Ambil saja yang lain, wahai Abu Hurairah. Sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat.”

Ucapan tersebut tidak hanya menunjukkan keteguhan Rasulullah Saw dalam bekerja, tetapi juga mengingatkan para sahabat bahwa tujuan utama kehidupan seorang mukmin bukanlah kenyamanan dunia, melainkan kehidupan akhirat yang kekal.

Baca Juga :  Keutamaan Sedekah Air: Meneladani Kedermawanan Utsman bin Affan

Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam sepanjang zaman. Rasulullah Saw, meski sebagai pemimpin tertinggi umat dan seorang nabi, tetap memilih terlibat langsung dalam kerja fisik, menolak keistimewaan, dan menanamkan nilai kesederhanaan, kerja keras, serta orientasi akhirat.

Teladan Rasulullah Saw ini relevan hingga kini, khususnya bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat, bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk bekerja bersama rakyatnya.

(Sumber: Mukhtashar Fadhâ`il al-Madînah, hlm. 246)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wagub Sani Apresiasi Peran TP PKK Beri Pelayanan Kepada Masyarakat Jambi

Advertorial

Bupati H. Anwar Sadat Hadiri Acara Farewell parade Pergantian Kapolres Tajabbar
Business Summit Washington DC

Daerah

Presiden Prabowo Hadiri Business Summit di Washington DC, Saksikan 11 MoU Senilai USD38,4 Miliar

Kerinci

Wabup Kerinci Murison Buka Bakti Sosial Khitanan Massal ke-13, Diikuti 230 Anak
Mobile Legends,

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Januari 2026, Klaim Hadiah Skin

Bangko

Pasca Insiden di Bank 9 Jambi, Personil Polres Merangin Laksanakan Pengaman Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Daerah

Bupati H.Adirozal Berterima Kasih Adanya TMMD Ke 114 Kodim 0417/Kerinci

Daerah

Presiden Prabowo Resmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center di Bali: Dorong Lompatan Kualitas Layanan Kesehatan Berkelas Dunia