Jambi,http://Eksisjambi.com – Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.
Imbauan tersebut di sampaikan menyusul maraknya oknum yang mengaku dekat dengan pejabat daerah untuk menawarkan jabatan, kelulusan ASN/PNS, bantuan, hingga proyek pemerintah.
Menurut Nanda, masyarakat jangan mudah percaya jika ada pihak tertentu yang menjanjikan sesuatu dengan mengatasnamakan Gubernur Jambi.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku dekat dengan Gubernur Jambi ataupun mengatasnamakan Bapak Gubernur untuk menjanjikan jabatan, kelulusan PNS, bantuan, ataupun proyek tertentu,” ujar Nanda Herlambang.
Ia menegaskan seluruh proses pemerintahan di lakukan melalui mekanisme resmi dan transparan. Tidak ada proses yang di lakukan melalui jalur pribadi maupun permintaan imbalan.
Nanda juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap perkembangan modus penipuan digital. Saat ini, teknologi di nilai semakin canggih dan dapat di gunakan untuk memanipulasi informasi.
Menurutnya, teknologi Artificial Intelligence (AI) memungkinkan foto, video, suara, hingga percakapan direkayasa sehingga tampak asli.
“Di era digital saat ini, masyarakat juga harus lebih berhati-hati karena foto, video, suara, bahkan percakapan dapat di rekayasa menggunakan teknologi,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaku penipuan kini tidak hanya memakai pesan singkat atau telepon biasa. Mereka juga memanfaatkan media sosial, akun palsu, editan foto, hingga rekaman suara dan video untuk meyakinkan korban.
Karena itu, masyarakat di minta selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi atau tawaran tertentu.
“Jangan mudah terpancing, apalagi sampai menyerahkan uang ataupun data pribadi. Jika menemukan indikasi penipuan atau pencatutan nama pejabat daerah, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.
Imbauan tersebut di sampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat di Jambi lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan nama pejabat daerah dan kecanggihan teknologi digital.**







