Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Otomotif

Senin, 18 Mei 2026 - 08:17 WIB

Honda Catat Rugi Tahunan Pertama sejak 1955, Beban Restrukturisasi EV Tembus Rp100 Triliun

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, http://Eksisjambi.com  – Perusahaan otomotif Jepang, Honda, untuk pertama kalinya mencatat kerugian tahunan sejak berdiri pada 1955. Dalam laporan tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, Honda membukukan rugi bersih sebesar 423,9 miliar yen atau sekitar US$2,6 miliar.

Kerugian tersebut terutama dipicu oleh besarnya biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Honda menggelontorkan biaya hingga 1,57 triliun yen atau setara sekitar US$10 miliar untuk menata ulang strategi elektrifikasi perusahaan.

Beban itu mencakup penurunan nilai aset, penghentian sejumlah model kendaraan listrik, hingga penyesuaian investasi di sektor EV. Akibatnya, laba operasional Honda berubah menjadi rugi sebesar 414,3 miliar yen.

Baca Juga :  Nissan Hadirkan All-New X-Trail e-POWER dengan Teknologi e-4ORCE

Margin operasional perusahaan juga ikut tertekan hingga berada di level minus 1,9 persen. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan terbesar Honda dalam menghadapi transisi industri otomotif global menuju kendaraan ramah lingkungan.

Segmen otomotif menjadi penyumbang utama pelemahan kinerja perusahaan. Selain biaya restrukturisasi EV, Honda juga terdampak tarif perdagangan senilai 346,9 miliar yen.

Penjualan mobil Honda secara global turut mengalami penurunan. Sepanjang tahun fiskal 2025/2026, penjualan kendaraan roda empat tercatat sebanyak 3,38 juta unit.

Di tengah tekanan bisnis mobil, divisi sepeda motor justru menjadi penopang utama kinerja perusahaan. Honda mencatat laba operasional dari bisnis motor mencapai 731,9 miliar yen.

Baca Juga :  Yamaha Naikkan Harga Motor Mulai April 2026, Imbas Kenaikan Bahan Baku Global

Penjualan sepeda motor Honda di pasar global juga mengalami peningkatan menjadi 22,1 juta unit. Permintaan yang kuat di negara berkembang disebut menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan tersebut.

Untuk tahun fiskal berikutnya, Honda memproyeksikan laba operasional sekitar 500 miliar yen. Namun, perusahaan masih memperkirakan tambahan beban terkait restrukturisasi bisnis EV sebesar kurang lebih 500 miliar yen.

Honda kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga profitabilitas di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat serta tingginya biaya transformasi industri otomotif global.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Wakil DPRD Kota Sungai Penuh Afdiansyah, ST Priode 2019-2024
Pemerintah Umumkan THR 2026

Daerah

Pemerintah Resmi Umumkan THR dan BHR Idulfitri 2026
Kode Redeem free fire Terbaru

Daerah

Update 25 Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari ini

Advertorial

Hari Ke-3 Lebaran, Gubernur Al Haris Tekankan Kekompakan Antar Bupati/WaliKota

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Safari Jumat Di Mesjid Raya Nurul Salaf Desa Sungai Gebar
Final Gubernur Cup 2026

Daerah

Kota Jambi Raih Juara Gubernur Cup 2026 Usai Tundukkan Merangin Lewat Adu Penalti
Al-fatihah

Artikel

Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Amalan Ringan Manfaat Luar Biasa
Kebakaran Bukit Kumun Debai

Daerah

Kebakaran Kembali Landa Bukit Kumun Debai, Api Sulit Dipadamkan Hingga Malam Hari