Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 18 Mei 2026 - 10:35 WIB

Dukun dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia, Tradisi Lama yang Masih Bertahan

Jakarta,http://Eksisjamvi.com  – Dukun atau orang pintar masih menjadi bagian dari kehidupan sebagian masyarakat Indonesia hingga saat ini. Meski zaman terus berkembang dan layanan kesehatan modern semakin mudah di akses, praktik perdukunan tetap di percaya di sejumlah daerah.

Dalam masyarakat tradisional, dukun di kenal sebagai sosok yang di anggap memiliki kemampuan supranatural. Mereka di percaya dapat membantu berbagai persoalan, mulai dari pengobatan penyakit, gangguan gaib, mencari barang hilang, hingga memberi nasihat spiritual.

Aktivitas tersebut di kenal dengan istilah perdukunan. Praktik ini telah lama menjadi bagian dari budaya nusantara dan masih bertahan, terutama di wilayah pedesaan yang kuat memegang adat dan tradisi.

Di beberapa daerah, istilah dukun memiliki makna yang berbeda. Masyarakat perkotaan lebih sering menggunakan istilah paranormal atau orang pintar karena di anggap lebih halus di banding kata dukun.

Namun di sejumlah wilayah lain, keberadaan dukun justru di hormati karena di nilai membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sejarahnya, dukun memiliki peran sosial yang cukup besar. Sebelum layanan kesehatan modern berkembang, masyarakat banyak bergantung pada pengobatan tradisional yang di lakukan oleh dukun.

Baca Juga :  Bripka Roy Pemateri MPLS di SMANDA Tebo, Awas Bahaya Narkoba

Hingga kini, sebagian masyarakat masih memilih pengobatan alternatif karena di anggap lebih dekat dengan budaya setempat dan mudah di jangkau.

Di Kediri, Jawa Timur, misalnya, dukun pengobatan masih di percaya membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Pasien yang datang bahkan berasal dari luar daerah hingga luar pulau.

Sementara di Riau, istilah dukun tidak selalu memiliki makna negatif. Perempuan yang membantu proses persalinan tradisional di kenal sebagai dukun beranak.

Ada juga tokoh agama atau orang tua yang membantu pengobatan ringan menggunakan doa dan air yang telah di bacakan ayat tertentu.

Pada masyarakat Madura, praktik perdukunan juga memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial. Sebagian masyarakat percaya kekuatan gaib dapat membantu mencapai tujuan tertentu, seperti usaha, jabatan, pendidikan, hingga persoalan asmara.

Di kalangan suku Dayak, dukun yang di kenal dengan sebutan manang di percaya mampu mengusir roh jahat dan menyembuhkan orang sakit.

Dalam praktiknya, mereka menggunakan berbagai benda ritual seperti jimat, akar kayu, batu kuarsa, hingga taring hewan.

Baca Juga :  Balek Kalahek Tampurung, Warisan Leluhur yang Perkuat Jati Diri Luhah Rio Mendiho

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perdukunan masih menjadi bagian dari budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Keberadaan dukun sering memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian orang menilai perdukunan merupakan warisan budaya yang harus di jaga.

Namun, ada pula yang menganggap praktik tersebut bertentangan dengan pemikiran modern dan pendekatan rasional.

Perkembangan layanan kesehatan modern juga perlahan menggeser peran dukun, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

Pemerintah melalui tenaga medis seperti dokter dan bidan terus meningkatkan layanan kesehatan hingga ke desa-desa.

Dalam berbagai penelitian sosial dan budaya, kemampuan yang di miliki dukun di percaya berasal dari dua sumber utama.

Pertama, kemampuan alami atau keturunan yang di wariskan oleh leluhur. Kedua, kemampuan yang di peroleh melalui proses belajar dari guru atau orang yang di anggap memiliki ilmu tertentu.

Fenomena perdukunan sendiri menjadi bagian dari dinamika budaya masyarakat Indonesia yang di pengaruhi perpaduan adat, tradisi, kepercayaan lokal, dan perkembangan sosial dari masa ke masa.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kongrit Penanganan Alih Fungsi Lahan Tanaman Pangan ke Perkebunan, Ini Penjelasan Sekda Sapril, Tanjabtim

Advertorial

Evaluasi Kinerja Triwulan III, Tim Evaluator Kemendagri Apresiasi Kinerja Pj. Bupati Kerinci

Bangko

Modus Pengobatan Seorang Pria Cabuli Anak dibawah Umur

Daerah

Jejak Buddhisme Mahayana di Kepulauan Riau Abad Kuno

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Sampaikan Materi ke-54 Paskibraka Provinsi Jambi

Daerah

Wako dan Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Kenduri Adat Ekor Tahun Kepala Tahun Desa Debai
Jejak Kaki Mungil Abadi Foto : H. H. Sunliensyar

Daerah

Jejak Kaki Mungil Abadi di Bata Candi Muarajambi
Freeport Indonesia

Internasional

Freeport, Megaproyek Tambang Emas Megah di Papua