Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 18 Mei 2026 - 07:57 WIB

Bank Indonesia Beli 2 Ton Emas pada Kuartal I 2026, Cadangan Safe Haven Terus Diperkuat

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,http://Eksisjambi.com  – Bank Indonesia (BI) tercatat membeli sekitar 2 ton emas sepanjang kuartal I 2026 di tengah tren meningkatnya akumulasi emas oleh bank-bank sentral dunia. Langkah ini mencerminkan strategi penguatan cadangan aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang masih tinggi.

Secara global, pembelian emas oleh bank sentral mencapai 244 ton pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut naik sekitar 3 persen di banding periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan bahwa emas masih di pandang sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas cadangan devisa dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Kenaikan permintaan emas dari bank sentral terjadi di tengah volatilitas pasar keuangan dunia, tekanan inflasi di sejumlah negara, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Dalam situasi seperti ini, emas di nilai mampu menjaga nilai aset karena relatif tahan terhadap gejolak pasar.

Baca Juga :  Ketidakpercayaan terhadap Uang Fiat Meningkat, Investor Global Beralih ke Aset Riil

Bank Indonesia menjadi salah satu bank sentral yang memilih menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi di versifikasi aset. Di versifikasi di nilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada aset berbasis mata uang asing yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan dinamika ekonomi global.

Di sisi lain, beberapa negara justru melakukan penjualan cadangan emas. Turki dan Rusia misalnya, tercatat melepas sebagian emas mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik serta memenuhi kebutuhan geopolitik dan fiskal.

Meski demikian, tren global secara umum masih menunjukkan peningkatan minat bank sentral terhadap emas. Banyak negara memilih memperkuat cadangan logam mulia tersebut untuk menghadapi potensi perlambatan ekonomi dunia dan risiko ketidakpastian geopolitik berkepanjangan.

Baca Juga :  Harga Emas Berpotensi Pecahkan Rekor Baru di 2026? Ini Faktor Penentunya

World Gold Council memperkirakan permintaan emas dari bank sentral dunia akan tetap tinggi hingga akhir 2026. Faktor utama pendorongnya adalah volatilitas pasar global, ketidakpastian ekonomi internasional, hingga kebutuhan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional masing-masing negara.

Penguatan cadangan emas juga di anggap sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelemahan mata uang global dan meningkatnya risiko pasar keuangan internasional. Karena itu, emas tetap menjadi salah satu instrumen utama dalam strategi pengelolaan cadangan devisa banyak negara.**

Share :

Baca Juga

BPW KKSS Jambi

Daerah

Gubernur Al Haris Minta Masyarakat Sulawesi Terus Berperan Bangun Jambi

Daerah

Walikota Sungai Penuh Sembelih Hewan Qurban di Masjid Raya

Advertorial

Ketua DPRD Lendra Wijaya Ikuti Renungan Suci
Daftar kode redeem terbaru Garena Free Fire April 2026

Daerah

Segera Klaim! Daftar Kode Redeem Free Fire Terbaru April 2026 Rebut Hadiahnya
iPhone 17 Apple

Internasional

Apple Resmi Luncurkan iPhone 17 Fitur dan Desain Canggih 

Advertorial

Musrenbangdes Desa Sinar Kalimantan 2025, Partisipasi Aktif Masyarakat Untuk Pembangunan Inklusif

Daerah

Motor Tertukar Honda Vario 160 Kembali ke Pemilik Asli
Nasaruddin Umar

Daerah

Menag Tegaskan Peran Vital KUA, Bukan Sekadar Kantor Administratif Negara