Jakarta,http://Eksisjambi.com – Komisi XI DPR RI menyoroti kondisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang di nilai belum mengalami perkembangan signifikan di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional maupun global.
Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Bank Indonesia, anggota DPR RI Marwan Cik Asan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi UMKM yang di sebut masih berjalan di tempat.
“UMKM kita ini seperti jalan di tempat, malah seolah-olah mundur ke belakang. Padahal berkali-kali gejolak ekonomi kita selalu terselamatkan oleh UMKM,” ujar Marwan dalam rapat kerja tersebut.
Menurutnya, sektor UMKM selama ini terbukti menjadi penopang utama perekonomian nasional, terutama saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi. Karena itu, ia menilai kebijakan ekonomi nasional tidak cukup hanya berfokus pada stabilitas makroekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap penguatan sektor riil.
Komisi XI DPR RI mengingatkan bahwa kebijakan moneter yang di terapkan Bank Indonesia perlu di iringi langkah konkret untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Hal tersebut penting agar pelaku usaha kecil mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan ekonomi, inflasi, serta tantangan daya beli masyarakat.
Dalam rapat tersebut, DPR RI juga menegaskan pentingnya sinergi antara otoritas moneter, kebijakan fiskal pemerintah, dan sektor perbankan guna memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Dukungan tersebut di nilai menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha kecil dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Berdasarkan data yang di sampaikan dalam rapat, sektor UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja di Indonesia. Dengan kontribusi besar tersebut, keberlangsungan UMKM di nilai sangat menentukan stabilitas ekonomi nasional.
Komisi XI DPR RI berharap berbagai kebijakan ekonomi yang di rancang pemerintah dan Bank Indonesia ke depan dapat lebih berpihak kepada pelaku UMKM, sehingga sektor tersebut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.**







