Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:22 WIB

Parade Planet Hiasi Langit Malam 17–18 Juni 2026, Bulan Sabit Muda Temani Venus, Jupiter, dan Merkurius

Oplus_131072

Oplus_131072

http://Eksisjambi.com –  Fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit Indonesia pada malam 17 hingga 18 Juni 2026. Sebuah “parade planet” akan mempertemukan Bulan sabit muda dengan tiga planet terang, yakni Venus, Jupiter, dan Merkurius, dalam satu kawasan langit yang sama sesaat setelah Matahari terbenam.

Fenomena ini dapat di saksikan di arah barat hingga barat laut sekitar 30 hingga 60 menit setelah Matahari terbenam. Kehadiran Bulan sabit muda yang tampak tipis di langit senja akan menambah keindahan pemandangan dan menjadikannya salah satu momen terbaik bagi para pecinta astronomi maupun fotografi langit.

Dalam susunan tersebut, Venus akan menjadi objek yang paling mudah dikenali karena cahayanya yang sangat terang. Planet yang kerap dijuluki “Bintang Kejora” itu akan tampak menonjol di langit senja. Di dekatnya, Jupiter juga dapat diamati dengan cukup jelas, sementara Merkurius berada lebih rendah mendekati horizon sehingga memerlukan kondisi langit yang cerah untuk dapat terlihat dengan baik.

Baca Juga :  Puncak Peringatan  HUT DWP ke-22 Kota Sungai Penuh

Meski sering di sebut sebagai “planet parade”, para astronom menjelaskan bahwa planet-planet tersebut sebenarnya tidak berada dalam satu garis lurus di ruang angkasa. Fenomena ini merupakan efek perspektif dari sudut pandang pengamat di Bumi, sehingga beberapa benda langit tampak berdekatan di langit malam.

Kombinasi Bulan sabit muda dengan tiga planet terang menciptakan panorama langit yang sangat menarik untuk diabadikan. Fenomena seperti ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat objek-objek dalam tata surya sekaligus menikmati keindahan alam semesta tanpa perlu menggunakan peralatan astronomi yang rumit.

Para pengamat disarankan memilih lokasi terbuka yang memiliki pandangan bebas ke arah barat, seperti perbukitan, pantai, atau area lapang yang jauh dari bangunan tinggi. Selain itu, menghindari polusi cahaya dari lampu perkotaan akan meningkatkan kualitas pengamatan.

Tips Mengamati Parade Planet

Baca Juga :  Meteor Terang Melintas di Langit Gorontalo, Warga Dikejutkan Suara Dentuman

Agar fenomena ini dapat dinikmati secara maksimal, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Cari lokasi dengan pandangan bebas ke arah barat hingga barat laut.
  • Mulailah mengamati sekitar 30–60 menit setelah Matahari terbenam.
  • Pastikan cuaca cerah dan minim awan.
  • Hindari area dengan polusi cahaya yang tinggi.
  • Gunakan binokular untuk membantu melihat detail objek langit dengan lebih jelas.

Fenomena ini dapat di saksikan tanpa teleskop dan aman diamati dengan mata telanjang setelah Matahari terbenam. Bagi para penggemar fotografi, momen pertemuan Bulan sabit dengan Venus, Jupiter, dan Merkurius diperkirakan menjadi salah satu pemandangan langit paling indah pada pertengahan Juni 2026.

Dengan kondisi cuaca yang mendukung, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia berkesempatan menikmati pertunjukan alam yang memukau ini dan menyaksikan langsung harmoni objek-objek tata surya di langit senja.

Sumber: Informasi astronomi dan pengamatan langit Juni 2026.

Share :

Baca Juga

Petronas Tower 3 Malaysia Terbakar

Internasional

Kebakaran Hebat Melanda Petronas Tower 3 Kuala Lumpur,Malaysia 

Daerah

Rekomendasi Dukungan Partai Nasdem, Resmi Ke Pelukkan Fasha-Ajb

Daerah

Fenomena Aphelion, Suhu Dingin Meningkat
Kapal tanker

Daerah

Kejaksaan RI Akan Lelang Kapal Tanker MT Arman 114 Senilai Rp1,17 Triliun

Advertorial

Bupati Adirozal Safari Jum’at di Masjid Raya Sungai Penuh

Daerah

Pemerintah Kota Sungai Penuh Gelar Serentak Aksi Nyata Bersih Kota 

Daerah

DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Rapat Paripurna Ikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden

Daerah

Meteor Terang Melintas di Langit Gorontalo, Warga Dikejutkan Suara Dentuman